TikTok vs Toko Fisik, Pedagang Plaza Lumajang Tertinggal di Tengah Gempuran Toko Online - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 16 Mar 2026 10:22 WIB ·

TikTok vs Toko Fisik, Pedagang Plaza Lumajang Tertinggal di Tengah Gempuran Toko Online


 TikTok vs Toko Fisik, Pedagang Plaza Lumajang Tertinggal di Tengah Gempuran Toko Online Perbesar

Lumajang, – Di sudut sebuah toko pakaian di Plaza Lumajang, Hanafi (53) tampak duduk sambil menatap layar ponselnya, Senin (16/3/2026).

Jemarinya sesekali menggulir layar, menyaksikan para penjual pakaian memasarkan baju Lebaran melalui siaran langsung di aplikasi TikTok.

Di layar kecil itu, para penjual terlihat luwes menawarkan gamis dan kemeja koko kepada ribuan penonton yang menonton secara daring. Sementara di hadapan Hanafi, tumpukan pakaian serupa tersusun rapi di etalase tokonya, tetap kaku dalam lipatan, belum tersentuh pembeli.

Suasana kontras itu menjadi gambaran perubahan cara masyarakat berbelanja. Jika dulu warga dari berbagai kecamatan datang langsung untuk memilih pakaian, kini banyak yang lebih memilih membeli melalui toko online.

“Sekarang itu banyak online. Orang di desa-desa juga banyak yang jualan baju, jadi yang datang ke sini sedikit,” kata Hanafi.

Perempuan paruh baya asal Madura itu sudah hampir 30 tahun berdagang pakaian di Plaza Lumajang. Selama puluhan tahun, menjelang Lebaran merupakan masa paling ramai bagi para pedagang. Dua pekan sebelum Idul Fitri, koridor plaza biasanya dipenuhi pengunjung yang berburu baju baru.

Namun kondisi itu kini berubah drastis. Lima hari menjelang Lebaran tahun ini, suasana pusat perbelanjaan tersebut justru tampak lengang.

Menurut Hanafi, perubahan mulai terasa sejak pandemi COVID-19. Saat itu, banyak orang beralih ke belanja daring. Kebiasaan itu ternyata terus berlanjut hingga sekarang.

“Mulai sepi itu kena COVID-19. Setelah itu sampai sekarang, tambah tahun tambah sepi. Tahun ini paling parah,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus perdagangan digital, tidak semua pedagang mampu beradaptasi dengan cepat. Hanafi mengaku kesulitan memasarkan barangnya melalui media sosial seperti yang dilakukan para penjual muda.

Ia merasa tidak cukup mahir menggunakan teknologi, apalagi harus berbicara lancar di depan kamera untuk menarik perhatian pembeli.

Meski demikian, Hanafi tetap membuka tokonya setiap hari. Baginya, berdagang bukan sekadar soal mengikuti tren, tetapi juga tentang bertahan hidup dari usaha yang telah ia jalani puluhan tahun.

“Ya sekarang kalau dibilang rugi ya tidak. Allah tidak tidur. Sehari masih ada saja yang beli satu atau dua orang, disyukuri saja,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Jatim Tetapkan Desa Darungan Lumajang sebagai Desa Tangguh Bencana

7 Juli 2026 - 11:47 WIB

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Trending di Daerah