Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 1 Jul 2026 10:32 WIB ·

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet


 Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet Perbesar

Lumajang, – Di atas podium, petani disebut sebagai fondasi ketahanan pangan nasional yang harus disejahterakan demi mewujudkan swasembada pangan.

Namun di hamparan sawah Kabupaten Lumajang, ancaman yang dihadapi petani justru datang dari ledakan hama wereng dan tikus yang telah menyebar di 17 kecamatan.

Hasil panen padi merosot hingga 40–50 persen, bahkan sebagian petani mengaku mulai mengalami gagal panen. Di tengah kondisi itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang justru lebih menonjol pada penanganan konflik monyet di kawasan pertanian.

Saat produksi pangan mulai tergerus dan petani menanggung kerugian, agenda pemerintah daerah yang mengemuka justru rapat koordinasi penanggulangan serangan monyet, bukan langkah darurat menghadapi hama yang telah lebih dulu menggerus hasil panen.

Tarmidi, salah seorang kelompok tani di Kecamatan Padang, mengatakan serangan wereng dan tikus kini hampir merata di wilayah pertanian Lumajang. Menurut dia, hanya Kecamatan Klakah, Ranuyoso, Gucialit, dan Rowokangkung yang relatif belum terdampak.

“Wereng dan tikus hampir merata. Intensitas serangannya sekitar 5 sampai 15 persen dari luas lahan yang ada,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, dampak serangan hama sudah terasa saat musim panen. Dari lahan seluas setengah hektare, petani yang biasanya memperoleh hasil jauh lebih tinggi kini hanya mampu memanen sekitar delapan kuintal gabah.

“Yang sudah panen rata-rata penurunannya 40 sampai 50 persen,” ujarnya.

Kerugian yang lebih besar dialami Poniran, petani asal Desa Tekung, Kecamatan Tekung. Ia mengatakan dua hektare sawah miliknya mengalami gagal panen akibat serangan wereng dan tikus.

“Dua hektare lahan saya gagal panen akibat serangan wereng dan tikus,” kata dia.

Poniran mengingatkan ancaman tersebut belum mencapai titik puncak. Apabila pengendalian tidak dilakukan secara tepat, kerusakan dikhawatirkan meluas ke ribuan hektare lahan pertanian.

“Kalau salah penanganan dan tata pengendaliannya tidak tepat, potensinya bisa ribuan hektare mengalami gagal panen,” ungkapnya.

Di tengah meluasnya serangan wereng dan tikus itu, Pemkab Lumajang justru menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Serangan Monyet yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang, penyuluh pertanian, serta unsur teknis lainnya, Senin (29/6/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, mengatakan penanganan konflik monyet tidak cukup dilakukan dengan pengusiran.

“Pemerintah akan memperluas metode pengendalian yang telah diterapkan di Kecamatan Gucialit sekaligus menyiapkan konservasi habitat sebagai solusi jangka panjang,” ungkap dia.

Menurut Hari, perlindungan terhadap lahan pertanian harus tetap berjalan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, mengatakan penanganan konflik satwa memerlukan kolaborasi lintas instansi.

Salah satu upaya yang disiapkan ialah menanam tanaman yang menjadi pakan alami monyet di habitat asalnya agar satwa tidak terus memasuki lahan pertanian.

“Perlu kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak untuk penanganan jangka panjang, yaitu dengan menanam tanaman yang disukai monyet tetapi tidak memiliki nilai ekonomis bagi manusia di habitat asalnya,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 257 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah