Kolaborasi Mahasiswa dan Desa Tukum Hadirkan Srawung Laisa, Warisan Sosial Baru dari KKN 92 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Agu 2025 10:06 WIB ·

Kolaborasi Mahasiswa dan Desa Tukum Hadirkan Srawung Laisa, Warisan Sosial Baru dari KKN 92


 Kolaborasi Mahasiswa dan Desa Tukum Hadirkan Srawung Laisa, Warisan Sosial Baru dari KKN 92 Perbesar

Lumajang, – Bukan hanya mengabdi, mahasiswa KKN Kolaboratif 92 Desa Tukum meninggalkan warisan kebersamaan lewat program Srawung Laisa yang jadi ruang baru warga untuk bersatu dan berekspresi.

Program ini menjadi bukti bahwa keberadaan mahasiswa di desa bisa membawa dampak sosial yang mendalam dan berkelanjutan.

Balai Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang, berubah wajah pada Minggu malam (17/8/2025). Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, suasana desa terasa berbeda dan lebih hangat dengan hadirnya Srawung Laisa singkatan dari Sesarengan Datheng Ing Balai Desa  sebuah ruang kebersamaan yang digagas bersama antara mahasiswa KKN Kolaboratif 92 dan Pemerintah Desa Tukum.

Lebih dari sekadar acara seremonial, Srawung Laisa mengusung semangat guyub yang kini mulai terkikis oleh zaman.

Baca juga: Dari Limbah Jadi Berkah, Cerita Ibu-Ibu Lumajang Mengolah Pelepah Pisang Jadi Kertas Bernilai Jual

Di tengah derasnya arus individualisme dan digitalisasi, program ini berhasil menghidupkan kembali budaya berkumpul, saling menyapa, dan merayakan kebersamaan secara langsung.

“Balai Desa ini harus hidup, harus menjadi rumah kedua bagi warga. Melalui kegiatan ini, kita buktikan bahwa dari desa, semangat kebersamaan dan persatuan bangsa terus tumbuh,” tegas Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, saat dikonfirmasi Senin (18/8/25).

Baca juga: Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang

Kolaborasi ini lahir dari dialog terbuka antara mahasiswa KKN dan pihak desa yang sepakat bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati lewat lomba dan upacara, tapi juga dengan mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.

Acara dimulai selepas ba’da Isya dan dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan usia. Mereka menikmati sajian kuliner lokal di bazar UMKM, berfoto di photobooth tematik, hingga duduk santai sembari menikmati musik akustik.

Tak hanya itu, disediakan pula layanan cek kesehatan gratis, bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga.

Koordinator Desa KKN Kolaboratif 92, Farras Avrilla Daffa Wahyudi, menyebut bahwa Srawung Laisa dirancang sebagai program yang tidak berhenti setelah KKN selesai.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa dilanjutkan warga. Program ini bukan sekadar kegiatan satu malam, tapi harapannya jadi budaya baru yang terus tumbuh,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Santai HUT RI di Lumajang, Agus Setiawan: Bisa Dapat Hadiah dan Makan Gratis

22 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Rp4,2 Miliar Dianggarkan, Iuran BPJS Ketenagakerjaan di 26 Desa Lumajang Menunggak

21 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Trending di Daerah