BPBD Lumajang Siagakan Relawan dan Koordinasi Muspika Hadapi Kemarau Basah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 17 Sep 2025 16:08 WIB ·

BPBD Lumajang Siagakan Relawan dan Koordinasi Muspika Hadapi Kemarau Basah


 BPBD Lumajang Siagakan Relawan dan Koordinasi Muspika Hadapi Kemarau Basah Perbesar

Lumajang, – Menghadapi fenomena kemarau basah yang tengah melanda sebagian wilayah Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat langkah mitigasi dengan menyiagakan relawan di titik-titik rawan bencana dan meningkatkan koordinasi lintas sektor, terutama dengan unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan).

Kemarau basah, yaitu kondisi curah hujan yang tetap tinggi meski memasuki musim kemarau, telah memicu beragam bencana hidrometeorologi di Lumajang, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, banjir genangan, hingga potensi banjir lahar dingin dari Gunung Semeru.

“Imbas curah hujan di musim kemarau atau kemarau basah ini sudah menyebabkan beberapa bencana, seperti longsor di jalur Piket Nol dan banjir genangan di wilayah kota,” kata Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, Rabu (17/9/25).

Baca juga: Pisang Agung Lumajang Pikat Gubernur Khofifah, Siap Jadi Ikon Nasional?

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah melakukan pemetaan zona rawan bencana berdasarkan jenis potensi ancaman, seperti longsor dan pohon tumbang, di Desa Argosari, Ranupane, dan Burno Kecamatan Senduro.

Longsor parah yang sering terjadi di Jalur Piket Nol penghubung Lumajang-Malang. Untuk banjir genangan, Kecamatan Rowokangkung dan Sukodono. Dan lahar dingin yang sering terjadi di DAS Curah Kobokan, Glidik, Besuk Sat, dan Rejali.

BPBD menempatkan relawan siaga di titik-titik rawan untuk melakukan pemantauan lapangan, pelaporan rutin, serta mendukung respons cepat jika terjadi bencana.

Baca juga: Sepanjang Bulan Januari Hingga September 2025, Gunung Semeru Erupsi 2.449 Kali

“Relawan sangat membantu kami dalam mempercepat informasi dari bawah, terutama saat curah hujan tinggi. Mereka menjadi mata dan telinga kami di lapangan,” jelas Yudhi.

BPBD juga menggandeng Muspika di setiap kecamatan sebagai ujung tombak respons tanggap darurat di tingkat lokal. Koordinasi ini mencakup, pemantauan informasi cuaca, deteksi dini dan pelaporan potensi bencana, sosialisasi kesiapsiagaan ke warga, dan mengaktifan jalur evakuasi dan titik kumpul jika diperlukan.

“Kami rutin berkoordinasi dengan camat, kapolsek, danramil, agar setiap ada peringatan cuaca ekstrem, seluruh wilayah bisa siaga,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah