Pisang Agung Lumajang Pikat Gubernur Khofifah, Siap Jadi Ikon Nasional? - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 17 Sep 2025 14:51 WIB ·

Pisang Agung Lumajang Pikat Gubernur Khofifah, Siap Jadi Ikon Nasional?


 Pisang Agung Lumajang Pikat Gubernur Khofifah, Siap Jadi Ikon Nasional? Perbesar

Lumajang, – Buah lokal khas Lumajang, Pisang Agung, kembali mencuri perhatian. Kali ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan ketertarikannya terhadap pisang berukuran jumbo tersebut saat berkunjung ke Pasar Buah Ranuyoso, Selasa (17/9/25).

Dalam kunjungannya, Khofifah membeli langsung berbagai buah lokal, termasuk Pisang Agung yang disebutnya memiliki cita rasa khas dan nilai jual tinggi.

“Pisang Agung Lumajang itu rasanya khas, tahan lama, dan sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi para pelancong yang melewati Ranuyoso,” kata Khofifah.

Baca juga: Ranuyoso di Jalur Trans Jawa, Potensial Jadi Sentra Oleh-Oleh Buah Lumajang

“Tidak heran Lumajang mendapat predikat sebagai kota pisang,” sambungnya.

Pisang Agung dikenal luas karena ukuran buahnya yang bisa mencapai 30 cm, tekstur dagingnya yang lembut, serta rasa manis alami yang semakin kuat saat matang. Kulitnya bercorak bintik-bintik hitam yang menjadi ciri khas saat buah telah siap konsumsi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Penghuni Ilegal Rusunawa: 13 Unit Warugunung Disegel

Keunikan ini menjadikan Pisang Agung bukan hanya sebagai produk konsumsi harian, tetapi juga berpotensi besar menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, terutama jika dikembangkan sebagai oleh-oleh khas dan dipasarkan ke luar daerah bahkan luar negeri.

Selain aspek ekonominya, Pisang Agung juga menyimpan nilai budaya, karena telah lama menjadi bagian dari identitas pertanian masyarakat Lumajang. Buah ini banyak ditanam di kebun-kebun rakyat dan menjadi simbol keberlimpahan hasil bumi di wilayah lereng Gunung Semeru.

Khofifah menilai, jika didukung dengan pengemasan yang menarik, sertifikasi mutu, dan strategi pemasaran digital, Pisang Agung dapat melangkah lebih jauh sebagai produk ikonik Jawa Timur, bahkan mewakili potensi agrikultur Indonesia di pasar nasional dan ekspor.

“Kita perlu memperkuat branding-nya, mulai dari kemasan, promosi, hingga membuka akses pasarnya ke luar Lumajang,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional