Banjir Lahar Rusak Jalan Utama dan Tanggul, Akses Pasirian-Tempursari Terancam - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 19 Sep 2025 16:41 WIB ·

Banjir Lahar Rusak Jalan Utama dan Tanggul, Akses Pasirian-Tempursari Terancam


 Banjir Lahar Rusak Jalan Utama dan Tanggul, Akses Pasirian-Tempursari Terancam Perbesar

Lumajang, – Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali memutus akses vital warga. Kali ini, luapan lahar menerjang aliran Sungai Regoyo dan merusak jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Selain itu, tanggul sepanjang 30 meter di Desa Gondoruso juga jebol dan kini mengancam pemukiman warga. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (18/9/25) sekitar pukul 18.00 WIB, usai hujan deras mengguyur kawasan lereng Semeru.

Menurut data seismograf, banjir lahar tercatat berlangsung selama 150 menit dengan amplitudo maksimal 10 milimeter.

Baca juga: Diguyur Hujan Dua Hari, Jembatan Tua Penghubung Dua Kecamatan di Lumajang Putus

Paidi, warga Desa Gondoruso, menjelaskan bahwa banjir lahar membawa serta material vulkanik seperti pasir dan batu, yang memperparah kerusakan di sepanjang jalur sungai.

“Amber (meluap) dari sungai itu ke jalan sini sampai akhirnya rusak. Banyak batu besar juga ikut hanyut ke jalan,” ujarnya saat ditemui Jumat pagi (19/9/25).

Baca juga: 6.000 ASN dan Ribuan RT/RW Bergerak, Surabaya Bangun Sistem Keamanan Kolektif

Jalan yang rusak merupakan jalur utama warga menuju Kecamatan Tempursari sekaligus akses wisatawan ke destinasi seperti Pantai Dampar. Rusaknya akses ini membuat mobilitas masyarakat terganggu, termasuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Ini jalan utama. Banyak warga lewat sini, juga wisatawan yang mau surfing ke pantai. Kalau rusak parah, ya mati total aksesnya,” tambah Paidi.

Tak hanya jalan, tanggul sepanjang 30 meter yang membentengi pemukiman dari aliran sungai juga rusak parah. Menurut Lidi, warga lainnya, kerusakan tanggul ini sangat mengkhawatirkan karena posisinya dekat dengan pemukiman.

“Tanggulnya ini yang menakutkan. Kalau jebol lebih parah lagi, bisa-bisa rumah warga yang kena banjir,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah