Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

International · 29 Sep 2025 12:44 WIB ·

Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu


 Mahal Tak Masalah, Asal Jelas, Wisatawan Minta Harga Kuliner Tumpak Sewu Ditulis di Menu Perbesar

Lumajang, – Kawasan wisata Air Terjun Tumpak Sewu tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi mulai ramai dengan berbagai pilihan kuliner.

Namun, di balik geliat wisata kuliner tersebut, sejumlah wisatawan mengeluhkan satu hal yang cukup mengganggu, tidak adanya informasi harga pada menu makanan.

Reno, warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, mengatakan wisatawan asing seperti dari Cina dan Eropa kerap kali bingung saat hendak memesan makanan.

Baca juga: Bukan di Amerika, Niagara Ini Ada di Lumajang! Apa Rahasianya Makin Diburu Wisatawan Dunia?

“Alhamdulillah mas, masakan luar negeri banyak di sini. Tapi wisatawan itu minta harga ditulis di menu. Kasihan mereka gak ngerti bahasa Indonesia, jadi bingung pas bayar. Mohon maaf, ditulis aja berapapun harganya, biar gak kaget,” katanya, Senin (29/9/25)

Keluhan serupa juga datang dari wisatawan asal Jakarta, Hendra. Ia menyebut transparansi harga sangat penting, terutama di tempat wisata.

Baca juga: Dulu Semua Orang Tahunya Jember, Mohammad Fawait:  Sekarang Kita Harus Sadar

“Jadi gak ada dusta di antara kita. Kopi Rp50 ribu? Tulis aja Rp50 ribu. Kalau gak kuat beli yang mahal, kita bisa pilih yang lain. Yang penting jelas dari awal,” ucapnya.

Menurut Hendra, wisata kuliner bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dikelola dengan baik. Namun, ketidakjelasan harga justru bisa merusak pengalaman wisata secara keseluruhan.

Tak hanya soal harga, Reno menyoroti pentingnya penyusunan menu yang ramah wisatawan asing.

“Tulisan Inggris atau Mandarin perlu juga. Karena banyak wisatawan asing yang kesulitan memahami menunya. Ini penting untuk mendukung pariwisata yang lebih ramah dan profesional,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

WNA Bisa Berpindah Antarwilayah, Imigrasi Minta Penginapan Lumajang Tak Lewatkan Pelaporan

28 September 2026 - 10:45 WIB

18 WNA Tercatat Tinggal di Lumajang, Imigrasi Sebut Jumlah Wisatawan Asing Sulit Dipastikan

28 September 2026 - 09:52 WIB

Hampir 400 Pekerja Lumajang Berangkat Prosedural ke Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

18 September 2026 - 15:34 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

Trending di International