Stasiun KRL Surabaya Akan Terapkan Konsep TOD, Dorong Gaya Hidup Urban Modern - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

International · 7 Okt 2025 18:38 WIB ·

Stasiun KRL Surabaya Akan Terapkan Konsep TOD, Dorong Gaya Hidup Urban Modern


 Stasiun KRL Surabaya Akan Terapkan Konsep TOD, Dorong Gaya Hidup Urban Modern Perbesar

Surabaya, – Proyek Surabaya Regional Rail Link (SRRL) atau KRL Surabaya tak hanya menjanjikan kemudahan transportasi massal bagi warga kawasan metropolitan Gerbangkertosusila, tetapi juga mengusung transformasi tata kota melalui penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) di setiap stasiun yang dilalui.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyatakan TOD akan menjadi elemen penting dalam pengembangan KRL Surabaya, dengan tujuan menjadikan kawasan sekitar stasiun sebagai pusat mobilitas modern yang terintegrasi antara hunian, aktivitas ekonomi, dan transportasi publik.

“Kami berharap SRRL bisa menjadi tulang punggung mobilitas regional, memperkuat integrasi antara Surabaya dan kota-kota satelitnya. Konsep TOD akan mendorong masyarakat untuk lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi,” kata Emil, Selasa (7/10/2025).

Baca juga: Dorong TOD, Setiap Stasiun KRL Surabaya Bakal Jadi Pusat Aktivitas Baru Masyarakat Perkotaan

Transit Oriented Development merupakan pendekatan pembangunan kota yang berfokus pada pengembangan kawasan terintegrasi di sekitar simpul transportasi publik, seperti stasiun atau terminal.

Kawasan TOD umumnya dirancang agar nyaman untuk pejalan kaki, memiliki fasilitas publik lengkap, dan memungkinkan warga tinggal, bekerja, dan beraktivitas tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Dalam konteks KRL Surabaya, TOD akan diterapkan di stasiun-stasiun utama seperti Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, dan Sidoarjo.

Baca juga: Tembakau Kasturi dan White Burley Lumajang Tembus Harga Rp 60 Ribu per Kg

“Kawasan ini akan dirancang untuk mendukung efisiensi mobilitas, pengurangan emisi karbon, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

Pengembangan TOD di sepanjang jalur KRL Surabaya akan berdampak langsung pada pola hidup masyarakat perkotaan. Kawasan sekitar stasiun akan dilengkapi hunian vertikal, area komersial, ruang terbuka hijau, dan jalur pedestrian yang nyaman, mendorong terciptanya gaya hidup urban modern dan ramah lingkungan.

Kata dia, selain memberikan kemudahan akses ke transportasi umum, TOD juga dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi lahan, mengurangi kemacetan. “Serta menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang selama ini kurang berkembang,” ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, pementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyebut pembangunan tahap pertama KRL Surabaya akan dimulai pada tahun 2029, dimulai dari jalur Surabaya Gubeng hingga Sidoarjo sepanjang 27 kilometer.

Selain pengembangan TOD, proyek juga akan mencakup jalur ganda (double track), elektrifikasi rel, pembangunan Depo Sidotopo, perbaikan sistem persinyalan, hingga pembangunan flyover di titik-titik rawan kemacetan. Proyek ini dibiayai melalui pinjaman senilai US$250 juta atau sekitar Rp4,1 triliun dari Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hampir 400 Pekerja Lumajang Berangkat Prosedural ke Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

18 September 2026 - 15:34 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

Ketika Kepanikan Keluarga PMI Membuka Celah Percaloan

2 September 2026 - 13:11 WIB

Ribuan PMI Malaysia Telah Didampingi Pulang, Aa. Salim Tekankan Pentingnya Jalur Resmi

31 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Trending di Daerah