AI dan Jurnalistik: Peran Teknologi dalam Berita - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Okt 2025 16:02 WIB ·

Menguasai AI Tanpa Kehilangan Nilai Dasar Jurnalistik, Kunci Media Berkualitas


 Menguasai AI Tanpa Kehilangan Nilai Dasar Jurnalistik, Kunci Media Berkualitas Perbesar

Di tengah derasnya arus digital dan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya wartawan menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar profesi, seperti independensi, akurasi, dan tanggung jawab sosial.

Kepala Diskominfo Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa teknologi hanyalah alat bantu untuk memperkuat kualitas berita. Ia menegaskan, etika dan integritas tetap menjadi landasan utama setiap pemberitaan.

“Penguasaan teknologi penting, tetapi jati diri jurnalistik tidak boleh hilang. Independensi, akurasi, dan tanggung jawab sosial harus tetap menjadi fondasi,” ujar Mustaqim dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Anggota PWI Lumajang 2025 di Tumpaksewu Bungalows Pronojiwo, Selasa (14/10/2025).

Lebih lanjut, Mustaqim menjelaskan bahwa AI dapat membantu wartawan mengolah data dan mempercepat produksi berita.
Namun, teknologi itu harus diimbangi dengan sikap kritis dan kemampuan cek fakta.

“Teknologi mendukung profesionalisme, bukan menggantikan etika. Wartawan yang ahli teknologi tetapi kehilangan integritas akan kehilangan kepercayaan publik,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lumajang juga mendapat materi dari Wakil Ketua PWI Jawa Timur Bidang Organisasi, Mahmud Suhermono.
Ia memaparkan tantangan disrupsi digital serta peluang pemanfaatan AI secara etis.
Peserta juga mengikuti workshop interaktif tentang penggunaan teknologi digital untuk produksi berita yang tetap sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Menurut Mustaqim, penguasaan teknologi dan pemahaman nilai jurnalistik harus berjalan beriringan.
Dengan keseimbangan itu, media lokal Lumajang dapat tetap menjadi pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang mencerahkan.

“Kami ingin wartawan Lumajang adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap profesional dan berintegritas. Dengan begitu, pers tetap dipercaya dan relevan,” ujarnya.

Diskominfo berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas wartawan.
Langkah ini dilakukan agar ekosistem informasi di Lumajang semakin sehat, transparan, dan edukatif.
Wartawan yang menguasai teknologi serta menjaga integritas profesional diyakini akan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan masyarakat.

“Ini saatnya wartawan memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar profesi. Integritas dan profesionalisme harus tetap menjadi kompas,” pungkas Mustaqim.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Semua Petani Tembakau Dapat BLT, APTI Lumajang Terapkan Seleksi Berbasis Data

31 Agustus 2026 - 15:38 WIB

BLT DBHCHT Petani Tembakau Lumajang Dipangkas, Penerima Tinggal 3.525 Orang

31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Buruh Pabrik Rokok Jadi Sasaran BLT DBHCHT, Pemkab Lumajang Dorong Kesejahteraan Pekerja

31 Agustus 2026 - 15:23 WIB

150 Buruh Pabrik Rokok di Kunir Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

31 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Rp28,2 Juta BLT DBHCHT Disalurkan ke 47 Warga Yosowilangun Lumajang

31 Agustus 2026 - 14:13 WIB

47 Warga Miskin di Yosowilangun Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu, Pemkab Lumajang Harap Tepat Sasaran

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Trending di Daerah