Lumajang, – Seorang nelayan asal Kabupaten Jember, meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya diterjang gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, Kamis malam, 16 Juli 2026.
Sementara itu, dua nelayan lainnya masih bertahan di atas perahu dan hingga kini masih menjalani proses evakuasi oleh petugas gabungan.
Korban diketahui bernama Sugi, 50 tahun, warga Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Jenazahnya ditemukan di Pantai Padang Savana, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jumat (17/7/2026).
Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lumajang Nur Cahyo mengatakan berdasarkan hasil identifikasi sementara, korban diduga merupakan salah satu nelayan yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan laut.
“Kalau dilihat penemuannya di pantai dan tadi ditemukan perahu, dimungkinkan besar adalah warga nelayan,” kata Nur Cahyo.
Berdasarkan informasi BPBD Lumajang, Sugi berangkat melaut bersama dua rekannya, Zaidin dan Gio. Saat berada di tengah laut, perahu yang mereka tumpangi diterjang gelombang tinggi hingga kemasukan air.
Akibat hantaman ombak, Sugi terlempar dari perahu dan terbawa arus hingga ke bibir pantai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua rekannya berhasil bertahan di atas perahu yang masih mengapung di tengah laut.
“Informasinya tiga orang. Yang satu berhasil menepi dan ditemukan meninggal dunia, yang dua masih di perahu di tengah laut, saat ini masih dievakuasi,” ujarnya.
Untuk diketahui, perahu yang digunakan para nelayan tidak tenggelam maupun mengalami kerusakan berat. Namun, kondisi gelombang yang cukup tinggi membuat proses evakuasi terhadap dua nelayan tersebut membutuhkan waktu lebih lama.
Tinggalkan Balasan