Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 20 Nov 2025 16:36 WIB ·

Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga


 Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Lumajang Pasca Erupsi Semeru, Pastikan Keselamatan Warga Perbesar

Lumajang, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bergerak cepat begitu tiba di Surabaya usai perjalanan Misi Dagang di Sulawesi Tenggara.

Tanpa menunda waktu, ia langsung menuju Lumajang untuk memimpin penanganan dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025).

Prioritas utama kunjungan ini adalah memastikan keselamatan warga serta pemulihan layanan dasar di kawasan terdampak.

Setibanya di Lumajang, Khofifah meninjau sejumlah titik terdampak, mulai dari pos pengungsian SDN 4 Supiturang, dapur umum di Desa Sumberurip, hingga Desa Sumbersari dan Jembatan Gladak Perak.

Di setiap lokasi, ia menekankan agar seluruh unsur penanganan bencana bekerja terintegrasi, cepat, dan berbasis kebutuhan warga.

Meski laporan aktivitas vulkanik menunjukkan getaran banjir sudah tidak terekam, status Level IV (Awas) tetap diberlakukan.

“Erupsinya memang sudah berakhir, tetapi statusnya masih Awas. Karena itu kesiapsiagaan tetap wajib. Kita harus memastikan semua warga berada pada titik aman,” kata Khofifah.

Saat puncak aktivitas APG, dua kecamatan menjadi pusat pengungsian. Di Kecamatan Pronojiwo, warga menempati Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 4 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah, dan Masjid Nurul Jadid.

Sementara di Kecamatan Candipuro, warga berkumpul di Balai Desa Penanggal, SDN 02 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta rumah Kepala Desa Sumbermujur.

Data BPBD Jatim per Kamis pukul 05.40 WIB mencatat 346 warga mengungsi, dengan 64 jiwa masih bertahan di SDN 4 Supiturang karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditinggali.

Gubernur menekankan aspek kesehatan sebagai fokus utama. Tim Puskesmas telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan berkala, termasuk pemantauan kondisi psikologis, tensi akibat stres, dan potensi ISPA akibat paparan debu vulkanik.

“Yang perlu kami pastikan adalah penguatan layanan kesehatan di titik kumpul pengungsi. Ada kondisi psikologis tertentu, ada yang tensinya naik, ada risiko ISPA. Ini semua butuh pemantauan ketat,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional