Pemetaan Kerusakan Semeru: Data Awal Terungkap - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Nov 2025 20:22 WIB ·

Pemetaan Kerusakan Semeru Dimulai: Bunda Indah Pastikan Mitigasi Tepat, Cepat, dan Berprioritas


 Pemetaan Kerusakan Semeru Dimulai: Bunda Indah Pastikan Mitigasi Tepat, Cepat, dan Berprioritas Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur sejak pagi ini, setelah malam sebelumnya kondisi lapangan belum memungkinkan untuk dilakukan identifikasi. Hasil awal menunjukkan sejumlah titik mengalami kerusakan berat akibat erupsi Semeru.

“Dari pemetaan awal, tercatat 22 rumah hancur, satu sekolah hilang yaitu SD Supiturang 02, serta beberapa tanggul rusak. Data ini menjadi dasar utama untuk langkah mitigasi dan penanganan darurat,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), Kamis pagi (20/11/2025).

Bunda Indah menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas pertama. Tim BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan lapangan, melakukan evakuasi, serta menyiapkan kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak.

Gubernur Jawa Timur dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak. Kehadiran gubernur diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat pemulihan infrastruktur penting.

“Pemetaan ini penting agar setiap langkah penanganan terarah. Prioritas harus jelas. Fokus kami tetap keselamatan warga, baru kemudian pemulihan rumah, sekolah, dan tanggul yang rusak. Tidak boleh ada satu pun warga yang terabaikan,” tegas Bunda Indah.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan menjaga jarak aman dari area terdampak. Dengan koordinasi cepat dan mitigasi terstruktur, pemulihan dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah