Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 2 Des 2025 07:40 WIB ·

Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru


 Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru Perbesar

Lumajang, – Peran Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Lumajang dalam penanganan darurat erupsi Gunung Semeru tak hanya berhenti pada penyediaan dukungan komunikasi.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ORARI turut mengambil peran penting dalam memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas, bekerja sama dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya (UNUSA).

Program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dirancang untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan emosional pascabencana. Melalui permainan edukatif, kegiatan kreatif, serta sesi pendampingan ringan, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana aman dan menyenangkan.

Kegiatan LDP ini berlangsung di beberapa titik pengungsian dengan melibatkan relawan ORARI yang selama ini bertugas di posko komunikasi. Ketika aktivitas evakuasi dan penanganan logistik berlangsung, para relawan mahasiswa hadir untuk menemani anak-anak yang membutuhkan kenyamanan emosional selama berada di pengungsian.

Ketua ORARI Lokal Lumajang, Amalia Nursanti (YB3SAN), menyampaikan bahwa dukungan psikososial merupakan bagian penting dari pemulihan dini pascabencana.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia komunikasi, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut membantu pemulihan mental warga terdampak. Kolaborasi dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya ini membuktikan bahwa kerja kemanusiaan harus saling menguatkan,” kata Amalia, saat dikonformasi pada Selasa (2/11/2025).

Ia menambahkan keberadaan kegiatan ramah anak ini membantu mengurangi ketegangan di lingkungan pengungsian.

“Serta memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, dan berinteraksi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPC Madas

23 Mei 2026 - 16:02 WIB

Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan

23 Mei 2026 - 09:44 WIB

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Trending di Daerah