Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 2 Des 2025 07:40 WIB ·

Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru


 Tak Hanya Radio, ORARI Lumajang Hadirkan Layanan Psikososial untuk Anak Korban Erupsi Semeru Perbesar

Lumajang, – Peran Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Lumajang dalam penanganan darurat erupsi Gunung Semeru tak hanya berhenti pada penyediaan dukungan komunikasi.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ORARI turut mengambil peran penting dalam memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas, bekerja sama dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya (UNUSA).

Program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dirancang untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan emosional pascabencana. Melalui permainan edukatif, kegiatan kreatif, serta sesi pendampingan ringan, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana aman dan menyenangkan.

Kegiatan LDP ini berlangsung di beberapa titik pengungsian dengan melibatkan relawan ORARI yang selama ini bertugas di posko komunikasi. Ketika aktivitas evakuasi dan penanganan logistik berlangsung, para relawan mahasiswa hadir untuk menemani anak-anak yang membutuhkan kenyamanan emosional selama berada di pengungsian.

Ketua ORARI Lokal Lumajang, Amalia Nursanti (YB3SAN), menyampaikan bahwa dukungan psikososial merupakan bagian penting dari pemulihan dini pascabencana.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia komunikasi, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut membantu pemulihan mental warga terdampak. Kolaborasi dengan mahasiswa Universitas NU Surabaya ini membuktikan bahwa kerja kemanusiaan harus saling menguatkan,” kata Amalia, saat dikonformasi pada Selasa (2/11/2025).

Ia menambahkan keberadaan kegiatan ramah anak ini membantu mengurangi ketegangan di lingkungan pengungsian.

“Serta memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, dan berinteraksi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Semua Petani Tembakau Dapat BLT, APTI Lumajang Terapkan Seleksi Berbasis Data

31 Agustus 2026 - 15:38 WIB

BLT DBHCHT Petani Tembakau Lumajang Dipangkas, Penerima Tinggal 3.525 Orang

31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Buruh Pabrik Rokok Jadi Sasaran BLT DBHCHT, Pemkab Lumajang Dorong Kesejahteraan Pekerja

31 Agustus 2026 - 15:23 WIB

150 Buruh Pabrik Rokok di Kunir Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

31 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Rp28,2 Juta BLT DBHCHT Disalurkan ke 47 Warga Yosowilangun Lumajang

31 Agustus 2026 - 14:13 WIB

47 Warga Miskin di Yosowilangun Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu, Pemkab Lumajang Harap Tepat Sasaran

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Trending di Daerah