Gotong Royong Selamatkan Harta yang Tersisa, Warga Sumberlangsep Bangkit di Tengah Lahar - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 7 Des 2025 18:27 WIB ·

Gotong Royong Selamatkan Harta yang Tersisa, Warga Sumberlangsep Bangkit di Tengah Lahar


 Gotong Royong Selamatkan Harta yang Tersisa, Warga Sumberlangsep Bangkit di Tengah Lahar Perbesar

Lumajang, – Di tengah rumah-rumah yang tinggal tampak gentengnya akibat tertimbun pasir setinggi empat meter, warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, justru menunjukkan kekuatan solidaritas.

Mereka saling membantu mengangkat barang, hewan ternak, hingga material rumah yang masih bisa diselamatkan.

“Gotong royong menyelamatkan sisa-sisa harta yang masih bisa dibawa,” kata Parnito, Minggu, (7/12/2025).

Setelah semalam mengungsi di bukit untuk menghindari terjangan banjir lahar Gunung Semeru, warga mulai turun kembali ke permukiman.

Yang mereka temukan bukan sekadar kerusakan, tetapi pemandangan memilukan, 17 rumah tertimbun material lahar, bahkan beberapa bangunan nyaris tak lagi terlihat.

Namun di tengah kepedihan itu, warga berkumpul untuk melakukan apa yang bisa mereka lakukan, saling membantu.
Sofa, kasur, pakaian, hingga kambing milik warga diangkat bersama-sama oleh para tetangga.

Warga pria membantu memindahkan barang-barang berat, sementara ibu-ibu mengumpulkan pakaian dan perabot kecil yang masih bisa digunakan. Beberapa remaja membantu menggali area yang tertimbun pasir agar pemiliknya dapat mengakses bagian rumah mereka.

Dari hasil asesmen BPBD Lumajang, sedikitnya 15 rumah dan satu masjid tertimbun material vulkanik. Tiga sepeda motor juga ditemukan terkubur lumpur.

Dusun itu kini berubah menjadi hamparan pasir setinggi empat meter yang menelan sebagian besar perkampungan. Namun gotong royong membuat proses evakuasi barang berjalan lebih cepat.

Ia khawatir banjir susulan bisa menelan rumahnya. Itu sebabnya ia segera mengamankan barang-barang yang masih tersisa. “Banjirnya sudah di depan rumah. Kalau datang lagi, pasti habis rumah saya,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional