Lima Ibu Hamil Belum Mau Evakuasi, Tantangan Baru bagi Petugas Penanggulangan Bencana di Sumberlangsep - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 7 Des 2025 18:45 WIB ·

Lima Ibu Hamil Belum Mau Evakuasi, Tantangan Baru bagi Petugas Penanggulangan Bencana di Sumberlangsep


 Lima Ibu Hamil Belum Mau Evakuasi, Tantangan Baru bagi Petugas Penanggulangan Bencana di Sumberlangsep Perbesar

Lumajang, – Keberadaan lima ibu hamil yang menolak evakuasi dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Candipuro, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas penanggulangan bencana.

Meski wilayah itu terisolasi akibat banjir lahar Gunung Semeru dan kondisi kehamilan mereka sudah memasuki tujuh hingga delapan bulan, para ibu hamil tersebut tetap memilih bertahan di bukit bersama keluarga.

Bidan Desa Jugosari, Reni Yunita, mengungkapkan upaya evakuasi telah dilakukan berkali-kali. Namun ajakan untuk berpindah ke posko pengungsian yang memiliki fasilitas medis terus mendapat penolakan.

“Ada lima ibu hamil, gak mau dievakuasi, malah memilih mengungsi ke bukit sama keluarganya,” katanya, Minggu (7/12/2025).

Keengganan mereka bukan tanpa risiko. Dalam situasi bencana seperti banjir lahar, ibu hamil termasuk kelompok berisiko tinggi yang membutuhkan akses cepat terhadap pertolongan medis apabila terjadi komplikasi. Salah satunya bahkan sudah mendekati hari perkiraan lahir.

“Kalau di gunung, kami tidak bisa memberikan tindakan apabila terjadi sesuatu,” tambah Reni.

Meski demikian, kondisi mereka sejauh ini masih terpantau stabil. Petugas kesehatan memberikan vitamin dan susu khusus ibu hamil, serta melakukan pemantauan jarak jauh melalui telepon.

Pemeriksaan langsung dilakukan setiap pagi apabila kondisi memungkinkan. Namun jarak, medan, dan potensi bahaya lahar susulan membuat penanganan medis menjadi sangat terbatas.

Salah satu ibu hamil, Maya, mengaku tetap merasa lebih nyaman bertahan bersama keluarganya meski usia kandungannya sudah delapan bulan. “Di sini saja sama keluarga kumpul. Ya khawatir, tapi enak di sini kumpul semua,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacuan Kuda Piala Bupati Cup 2026 Meriahkan Babakan, Jadi Hiburan hingga Penggerak Ekonomi

3 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Relokasi Venue Panjat Tebing ke Stadion Semeru

2 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bupati Lumajang evaluasi mekanisme anggaran cabang olahraga

2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Dinkes Lumajang: Mayoritas Penularan HIV Berasal dari Seks Berisiko

27 Juli 2026 - 10:22 WIB

Yudha Adji Kusuma: Voli Bulan Bung Karno Satukan Warga dan Gerakkan Ekonomi

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

Baru Dua Pekan Dibentuk, Boms 99 Juarai Turnamen Voli Bulan Bung Karno

19 Juli 2026 - 03:54 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga