Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan akan mengevaluasi mekanisme pengelolaan anggaran cabang olahraga (cabor) setelah menerima audiensi pengurus cabor se-Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (2/8/2026).
Pertemuan itu digelar menyusul keluhan sejumlah pengurus cabor terkait pembagian anggaran yang dinilai belum transparan sejak pengelolaannya dialihkan dari KONI ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Ketua Cabang Olahraga Petanque Lumajang, Sigit Arifianto, mengatakan keresahan para pengurus cabor bermula sejak anggaran pembinaan dipindahkan ke Dispora. Menurut dia, mekanisme pembagian anggaran belum dijelaskan secara rinci kepada masing-masing cabor.
“Kami ingin tahu berapa anggaran untuk setiap cabor, besarannya seperti apa, dan rincian pembagiannya. Itu harus jelas agar tepat sasaran,” katanya.
Ia menuturkan sebagian besar cabor yang hadir dalam audiensi telah menyumbangkan medali emas bagi Kabupaten Lumajang. Namun, mereka mengaku masih menemui kendala dalam proses pengajuan anggaran.
Menanggapi hal itu, Bupati Indah Amperawati menjelaskan pemindahan anggaran pembinaan olahraga dari KONI ke Dispora dilakukan karena pemerintah daerah menginginkan fungsi pembinaan berada di organisasi perangkat daerah yang memang membidangi olahraga.
“Karena saya pikir dengan dipindahkan ke Dispora ini akan lebih baik, karena fungsi Dispora adalah pembinaan,” kata dia.
Indah mengatakan pengelolaan anggaran di perangkat daerah harus berbasis kinerja sehingga setiap penggunaan anggaran wajib dipertanggungjawabkan sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan.
Menurutnya, persoalan muncul karena pembagian anggaran kepada masing-masing cabang olahraga belum disusun sejak awal penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
“Mestinya Dispora sudah membagi sejak awal sebelum RKA disusun. Ini yang tidak dilakukan oleh Dispora. Saya akan selesaikan masalah ini besok,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan