Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 10 Des 2025 09:16 WIB ·

Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga


 Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah menyiapkan langkah-langkah relokasi bagi 250 kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Semeru.

Bupati Lumajang menjelaskan bahwa penentuan lokasi hunian sementara maupun tetap masih dalam proses dan menunggu masukan dari kepala desa setempat.

“Lokasi sementara yang ditetapkan berada di piket nol yang masuk zona hijau. Namun, di area ini terdapat dua wilayah, yaitu zona tidak aman dan zona hijau yang masih masuk wilayah Desa Supiturang. Kami masih menunggu keputusan kepala desa karena warga menginginkan relokasi di Desa Oro-Oro Ombo,” katanya, Rabu (10/12/2025).

Dari 250 KK yang terdampak, lebih dari 100 telah menerima hunian tetap (huntap). Bupati menegaskan, jika pemerintah pusat memberikan dukungan tambahan, huntap yang ada dapat dipindahkan agar lebih optimal digunakan.

“Percuma jika hunian dibangun tetapi tidak ditempati. Kami juga memahami bahwa hunian harus dekat dengan mata pencaharian warga agar kehidupan ekonomi mereka tetap berjalan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dampak banjir lahar Gunung Semeru kembali dirasakan berat oleh warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Selain merusak sejumlah rumah, aliran banjir lahar juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi para peternak. Sedikitnya lima ekor kambing milik warga ditemukan mati tertimbun material vulkanik, sementara ratusan ternak lainnya nyaris ikut menjadi korban jika tidak segera dievakuasi.

Bagi warga Sumberlangsep yang sebagian besar menggantungkan ekonomi pada peternakan kambing dan sapi, kehilangan satu ekor ternak saja sudah menjadi pukulan besar.

Apalagi, lima kambing telah mati akibat derasnya banjir lahar yang membawa pasir dan batu. Kondisi kandang yang terancam tertimbun membuat risiko kerugian semakin membesar.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional