Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 10 Des 2025 09:16 WIB ·

Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga


 Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah menyiapkan langkah-langkah relokasi bagi 250 kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Semeru.

Bupati Lumajang menjelaskan bahwa penentuan lokasi hunian sementara maupun tetap masih dalam proses dan menunggu masukan dari kepala desa setempat.

“Lokasi sementara yang ditetapkan berada di piket nol yang masuk zona hijau. Namun, di area ini terdapat dua wilayah, yaitu zona tidak aman dan zona hijau yang masih masuk wilayah Desa Supiturang. Kami masih menunggu keputusan kepala desa karena warga menginginkan relokasi di Desa Oro-Oro Ombo,” katanya, Rabu (10/12/2025).

Dari 250 KK yang terdampak, lebih dari 100 telah menerima hunian tetap (huntap). Bupati menegaskan, jika pemerintah pusat memberikan dukungan tambahan, huntap yang ada dapat dipindahkan agar lebih optimal digunakan.

“Percuma jika hunian dibangun tetapi tidak ditempati. Kami juga memahami bahwa hunian harus dekat dengan mata pencaharian warga agar kehidupan ekonomi mereka tetap berjalan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dampak banjir lahar Gunung Semeru kembali dirasakan berat oleh warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Selain merusak sejumlah rumah, aliran banjir lahar juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi para peternak. Sedikitnya lima ekor kambing milik warga ditemukan mati tertimbun material vulkanik, sementara ratusan ternak lainnya nyaris ikut menjadi korban jika tidak segera dievakuasi.

Bagi warga Sumberlangsep yang sebagian besar menggantungkan ekonomi pada peternakan kambing dan sapi, kehilangan satu ekor ternak saja sudah menjadi pukulan besar.

Apalagi, lima kambing telah mati akibat derasnya banjir lahar yang membawa pasir dan batu. Kondisi kandang yang terancam tertimbun membuat risiko kerugian semakin membesar.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Budaya Bali Hadir di Purwosono Night Karnival, Panggung Desa Menjadi Ruang Pertemuan Nusantara

30 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Trending di Nasional