Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 10 Des 2025 09:16 WIB ·

Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga


 Pemerintah Lumajang Siapkan Relokasi Penyintas Semeru, Menimbang Keamanan dan Mata Pencaharian Warga Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah menyiapkan langkah-langkah relokasi bagi 250 kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Semeru.

Bupati Lumajang menjelaskan bahwa penentuan lokasi hunian sementara maupun tetap masih dalam proses dan menunggu masukan dari kepala desa setempat.

“Lokasi sementara yang ditetapkan berada di piket nol yang masuk zona hijau. Namun, di area ini terdapat dua wilayah, yaitu zona tidak aman dan zona hijau yang masih masuk wilayah Desa Supiturang. Kami masih menunggu keputusan kepala desa karena warga menginginkan relokasi di Desa Oro-Oro Ombo,” katanya, Rabu (10/12/2025).

Dari 250 KK yang terdampak, lebih dari 100 telah menerima hunian tetap (huntap). Bupati menegaskan, jika pemerintah pusat memberikan dukungan tambahan, huntap yang ada dapat dipindahkan agar lebih optimal digunakan.

“Percuma jika hunian dibangun tetapi tidak ditempati. Kami juga memahami bahwa hunian harus dekat dengan mata pencaharian warga agar kehidupan ekonomi mereka tetap berjalan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dampak banjir lahar Gunung Semeru kembali dirasakan berat oleh warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Selain merusak sejumlah rumah, aliran banjir lahar juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi para peternak. Sedikitnya lima ekor kambing milik warga ditemukan mati tertimbun material vulkanik, sementara ratusan ternak lainnya nyaris ikut menjadi korban jika tidak segera dievakuasi.

Bagi warga Sumberlangsep yang sebagian besar menggantungkan ekonomi pada peternakan kambing dan sapi, kehilangan satu ekor ternak saja sudah menjadi pukulan besar.

Apalagi, lima kambing telah mati akibat derasnya banjir lahar yang membawa pasir dan batu. Kondisi kandang yang terancam tertimbun membuat risiko kerugian semakin membesar.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Dam Klerek Putus Diterjang Lahar Semeru, 250 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

6 November 2026 - 11:27 WIB

BPBD Lumajang Larang Warga Tempati Rumah Rusak akibat Lahar Semeru

6 November 2026 - 10:58 WIB

Wisata Tumpak Sewu Siagakan Tim Evakuasi untuk Antisipasi Ancaman Banjir

5 November 2026 - 14:22 WIB

Awan Panas Semeru Meluncur hingga 4,5 Kilometer, BPBD Lumajang Tingkatkan Kesiagaan

5 November 2026 - 11:52 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 700 Meter, Awan Panas Guguran Terekam Selama 3 Menit 44 Detik

5 November 2026 - 09:37 WIB

BPBD Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru, Fokus pada Pemantauan dan Keselamatan Warga

5 November 2026 - 09:21 WIB

Trending di Nasional