Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 10 Des 2025 15:19 WIB ·

Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup


 Sungai Regoyo Jadi Jalur Lahar Semeru, Aktivitas Tambang Ditutup Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menutup seluruh aktivitas pertambangan di sepanjang aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, setelah wilayah tersebut kembali dilalui banjir lahar Gunung Semeru.

Keputusan itu diambil untuk mencegah jatuhnya korban, mengingat Sungai Regoyo merupakan jalur utama pergerakan lahar setiap kali terjadi hujan intensitas tinggi di kawasan gunung.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa kondisi geografis sungai yang langsung terhubung dengan hulu Semeru membuat area itu sangat berbahaya bagi para penambang pasir yang sehari-hari bekerja di lokasi tersebut.

“Aktivitas pertambangan untuk Jugosari sudah tidak boleh lagi karena berbahaya. Kepala desa sudah mengumumkan kepada seluruh penambang untuk menghentikan aktivitas sementara,” ujar Indah, Rabu (10/12/2025).

Banjir lahar yang terjadi beberapa hari terakhir telah menimbun 15 rumah warga di Dusun Sumberlangsep, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Indah menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan warga, termasuk mereka yang masih bertahan di bukit sekitar desa.

“Langkah kedaruratan adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di Sumberlangsep bagian bawah. Kita harus selamatkan dulu warganya,” katanya.

Selain menutup tambang, Pemkab Lumajang melakukan normalisasi aliran Sungai Regoyo untuk mencegah material lahar kembali merangsek ke permukiman. Upaya ini dilakukan dengan mengarahkan kembali aliran air ke tengah sungai, meski Indah mengakui tantangan besar datang dari hujan ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Desember.

“Menurut BMKG, sampai akhir Desember hujan intensitas tinggi akan terus terjadi. Ini tantangan besar bagi normalisasi sungai,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional