Becak Listrik Lansia Lumajang: Solusi Mobilitas - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 14 Des 2025 12:25 WIB ·

Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang


 Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Jadi Simbol Pembangunan Humanis Lumajang Perbesar

Arak-arakan becak listrik di pusat Kota Lumajang menandai arah pembangunan yang berorientasi pada manusia. Melalui kegiatan ini, pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari proyek fisik berskala besar. Kehadiran kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil menjadi prioritas utama.

Program becak listrik secara langsung menyasar tukang becak lansia. Selama puluhan tahun, kelompok ini menjadi penopang mobilitas kota. Kini, pemerintah menghadirkan solusi yang lebih manusiawi melalui sarana kerja yang lebih ringan dan berkelanjutan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan bahwa program becak listrik berfungsi sebagai intervensi sosial yang inklusif dan memberdayakan.

“Setiap becak listrik yang melintas di pusat kota menjadi simbol pembangunan kami. Manusia kami tempatkan sebagai prioritas utama,” ujar Bunda Indah.

Menurut Bunda Indah, bantuan ini bukan sekadar penyediaan alat kerja. Program tersebut juga menjadi bentuk penghargaan bagi warga lansia yang tetap produktif. Pemerintah memastikan mereka tetap memiliki peran ekonomi yang bermartabat.

Dampak kegiatan ini, lanjut Bunda Indah, bersifat multi-dimensi. Dari sisi sosial, tukang becak lansia tetap aktif dan memperoleh pengakuan publik. Dari aspek ekonomi, aktivitas becak wisata mendorong perputaran usaha lokal, termasuk UMKM dan sektor jasa pariwisata.

Sementara itu, dari sisi lingkungan, penggunaan becak listrik membantu menekan polusi udara dan kebisingan. Kondisi tersebut menciptakan ruang kota yang lebih nyaman. Warga dan wisatawan pun dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat.

Arak-arakan becak listrik juga menegaskan prinsip pembangunan humanis yang diusung Pemkab Lumajang. Setiap kebijakan dirancang untuk memberi efek ganda. Pemerintah ingin memberdayakan penerima manfaat, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Arak-arakan ini bukan sekadar simbol. Ini adalah bukti pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada manusia,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Trending di Nasional