Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 28 Nov 2025 08:08 WIB ·

Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru


 Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru Perbesar

Lumajang, – Ancaman pascaerupsi Gunung Semeru belum sepenuhnya mereda. Selain potensi awan panas yang kerap menjadi perhatian utama, fenomena letusan sekunder kini muncul sebagai risiko baru yang patut diwaspadai, terutama di kawasan aliran lahar hujan.

Fenomena yang terjadi sejak Rabu (19/11/2025) ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di sekitar lereng Semeru, serta munculnya banjir lahar hujan yang membawa air dalam jumlah besar ke jalur endapan material panas.

Pertemuan antara air dan material sisa awan panas itulah yang kemudian memunculkan letusan kecil dengan asap putih pekat beraroma belerang.

Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Api Semeru, Yasa Suparman, menjelaskan bahwa letusan sekunder merupakan reaksi alamiah ketika material panas tersiram air.

“Ketika ada material panas terkena air akan terjadi sebuah letusan atau ledakan, ini yang dinamakan letusan sekunder,” ujarnya di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Jumat (28/11/2025).

Meski tidak seberbahaya awan panas, letusan sekunder tetap memiliki risiko signifikan bagi warga. Ledakan kecil ini berpotensi melontarkan batu dan material lain yang suhunya masih tinggi.

“Berbahaya ya, karena dia temperaturnya tinggi. Takutnya ada material yang ikut terlepaskan bersamaan dengan letusan sekunder. Tentunya batu yang dilontarkan memiliki temperatur yang tinggi,” jelas Yasa.

Ia juga menegaskan kawasan yang dilalui awan panas pada erupsi sebelumnya harus tetap dianggap berbahaya. Selain suhunya masih tinggi, potensi letusan sekunder bisa terjadi kapan saja, terutama selama hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur wilayah Semeru.

“Jadi mohon masyarakat agar tidak mendekati area-area yang kemarin dilintasi awan panas, karena temperaturnya masih tinggi,” imbaunya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional