Jember, – Banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan. Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops), sebanyak 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat (13/2/2026). Intensitas hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Dari delapan kecamatan yang terdampak, hasil asesmen terbaru bertambah menjadi 10 kecamatan yang tersebar di 23 desa. Alhamdulillah, saat ini banjir sudah surut,” katanya, Minggu (14/2/2026).
Sepuluh kecamatan yang terdampak yakni Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger. Kecamatan Rambipuji tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah, dengan 3.774 KK terdampak.
BPBD juga mencatat adanya kelompok rentan yang terdampak, terdiri atas 74 balita, 82 lansia, dan empat penyandang disabilitas. “Sebanyak 557 warga sempat mengungsi ke sejumlah titik aman saat banjir terjadi, namun kini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur,” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban bernama Siti Nurfadila (55), warga Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, diduga tersengat listrik saat membersihkan rumahnya ketika banjir masih berlangsung pada Kamis malam.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Sebanyak 11 rumah mengalami rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam, satu balai desa, satu TK dan satu SD, serta satu TPQ ikut terendam. Sebanyak 12 unit speedboat dilaporkan hanyut terbawa arus.
Tinggalkan Balasan