Basarnas Naikkan Status Pos SAR Banyuwangi Jadi Kantor SAR Mandiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Nasional · 19 Jul 2025 17:55 WIB ·

Basarnas Naikkan Status Pos SAR Banyuwangi Jadi Kantor SAR Mandiri


 Basarnas Naikkan Status Pos SAR Banyuwangi Jadi Kantor SAR Mandiri Perbesar

Banyuwangi, – Basarnas memastikan akan meningkatkan status Pos SAR Banyuwangi menjadi Kantor SAR mandiri yang berdiri sendiri, tak lagi di bawah koordinasi Kantor SAR Surabaya. Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons dalam situasi darurat, terutama di wilayah strategis Selat Bali.

Sekretaris Utama Basarnas, Abdul Haris Achadi, menyampaikan bahwa peningkatan status ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian PAN-RB sejak tahun lalu, dan proses pembangunan Kantor SAR Banyuwangi segera dimulai.

“Sebenarnya sejak tahun lalu sudah ada penetapan dari Kementerian PAN-RB bahwa Pos SAR Banyuwangi akan naik status menjadi Kantor SAR. Artinya, secara struktur akan berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah koordinasi Surabaya,” ujar Abdul Haris saat bertemu Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, pada Sabtu (18/7/25).

Baca juga: MUI Banyuwangi: Ekonomi Penting, Tapi Tak Bisa Jadikan Sound Horeg Dibenarkan

Ia menambahkan, Banyuwangi dipilih karena posisinya yang sangat strategis dan berisiko tinggi, terutama di jalur laut Selat Bali salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia.

“Keberadaan kantor SAR di Banyuwangi sangat penting untuk mempercepat waktu tanggap jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat. Ini akan sangat membantu penyelamatan jiwa,” lanjutnya.

Untuk mendukung pendirian kantor baru tersebut, Basarnas juga memerlukan berbagai fasilitas tambahan, mulai dari gedung administrasi, gudang penyimpanan, alat-alat penyelamatan, hingga ruang latihan.

Baca juga: Buruan Korupsi Kredit Fiktif Lumajang Ditangkap Karena Kasus Sabu di Maluku

Bahkan, direncanakan sebuah kapal penyelamat sepanjang 40 meter yang saat ini masih berada di Surabaya akan dipindahkan ke Banyuwangi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik rencana tersebut. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan, termasuk menyediakan lahan untuk pembangunan kantor SAR.

“Kebetulan kami memiliki lahan di Ketapang yang bisa dikembangkan. Nanti akan kami kaji bersama dari segi kelayakan. Intinya, pemkab sangat mendukung pendirian kantor SAR ini karena akan mempercepat penanganan risiko bila terjadi kebencanaan,” kata Mujiono.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dalam 6 Jam, Gunung Semeru Alami 32 Letusan Meski Tak Terpantau Visual

5 Januari 2026 - 15:01 WIB

Situs Selogending, Ruang Sakral Leluhur dan Jejak Spiritual Nusantara Sejak Zaman Megalitikum

4 Januari 2026 - 11:15 WIB

Situs Selogending Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan di Lumajang

4 Januari 2026 - 10:42 WIB

Widarto Tegur Sekda Jember di Rapat Banggar, Jangan Berpolitik dengan Data Bantuan

30 Desember 2025 - 16:42 WIB

Widarto Cium Politisasi Birokrasi dalam Pengelolaan Data DBHCHT di Jember

30 Desember 2025 - 16:22 WIB

Rute Surabaya-Palangkaraya Jadi Upaya Citilink Permudah Mobilitas Wisata dan Bisnis

24 Desember 2025 - 18:28 WIB

Trending di Nasional