Batik Peneleh, Warisan Budaya Kontemporer yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Surabaya - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 14 Des 2025 11:01 WIB ·

Batik Peneleh, Warisan Budaya Kontemporer yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Surabaya


 Batik Peneleh, Warisan Budaya Kontemporer yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Surabaya Perbesar

Surabaya, – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Pahlawan, Batik Peneleh kembali menjadi sorotan. Dikembangkan di kawasan Peneleh Heritage, batik ini bukan sekadar kerajinan, melainkan ikon budaya kontemporer yang memadukan sejarah lokal dengan peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.

Batik Peneleh lahir dari inisiatif revitalisasi kawasan Peneleh Heritage, salah satu kampung tertua di Surabaya. Meskipun kerajinan batik telah lama dikenal di Jawa Timur, Batik Peneleh dirancang khusus untuk mencerminkan identitas historis kawasan tersebut.

Resmi diperkenalkan pada 2022, batik ini digulirkan melalui program pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang digagas pemerintah kota bersama berbagai elemen masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Suminah (64), Ketua Pengurus UKM Batik Peneleh, menceritakan bagaimana program tersebut menjadi titik awal kesuksesan kelompok ibu-ibu setempat.

“Awalnya kami kaget, Pak Camat datang dan menawarkan modal untuk membatik. Kami para ibu-ibu di sini yang semula tidak punya keahlian membatik, langsung mendapat pelatihan intensif,” katanya, Minggu (14/12/2025).

Pelatihan singkat yang hanya berlangsung tiga hari itu langsung membuahkan hasil. “Kami langsung mendapat pesanan pertama, 60 lembar kain batik untuk pegawai kelurahan. Alhamdulillah, meski kami hanya berempat, pesanan itu selesai dalam tiga bulan,” tambahnya.

Kini, kelompok Batik Peneleh telah berkembang menjadi 10 ibu-ibu yang bekerja secara bergantian dalam proses membatik, mulai dari pembuatan pola, mencanting, hingga pewarnaan. Suminah menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai peluang emas untuk menghidupkan ekonomi lokal dan melestarikan warisan budaya.

Batik Peneleh juga mulai dikenal luas di kalangan mahasiswa dan wisatawan. Mahasiswa aktif melakukan penelitian, membantu promosi, dan ikut mengembangkan strategi pemasaran, termasuk pembuatan poster dan materi edukasi. Hal ini menjadikan Batik Peneleh tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya dan daya tarik wisata.

“Motif Batik Peneleh memadukan sejarah panjang Surabaya, mulai dari jejak Majapahit hingga masa pergerakan nasional, sehingga menjadi cendera mata yang diminati berbagai kalangan. Keberadaan batik ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas lokal,” pungkas Suminah.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Kebakaran Hutan di Argosari Lumajang Tak Berdampak pada Permukiman dan Ladang Warga

14 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Karhutla TNBTS di Argosari Lumajang Sulit Dipadamkan, Api Meluas ke Arah B29

13 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ketika Nusantara Menjadi Puisi, Kandangtepus Menuliskannya Lewat Gerak Tari

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Karhutla Dilaporkan Meluas di Perbatasan Lumajang-Probolinggo, Perhutani Siagakan Petugas

9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Trending di Nasional