Becak Listrik Dorong Ekonomi Lokal Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 14 Des 2025 12:27 WIB ·

Becak Listrik Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, UMKM Lumajang Ikut Tumbuh


 Becak Listrik Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, UMKM Lumajang Ikut Tumbuh Perbesar

Program bantuan becak listrik bagi tukang becak di Kabupaten Lumajang memberikan dampak yang melampaui peningkatan kesejahteraan penerima langsung. Kehadiran becak wisata yang dikelola secara terstruktur turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitarnya, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga sektor jasa pendukung pariwisata.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan bahwa program becak listrik dirancang sebagai kebijakan strategis jangka panjang. Pemerintah daerah tidak hanya menyediakan sarana transportasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

“Bantuan ini bukan sekadar alat transportasi. Saat tukang becak melayani penumpang di kawasan strategis, pedagang, UMKM, dan pelaku jasa wisata di sekitarnya ikut mendapatkan peluang ekonomi. Inilah efek berganda yang menjadikan program ini bernilai strategis bagi pembangunan daerah,” ujar Bunda Indah saat penyerahan bantuan di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu sore (13/12/2025).

Penguatan layanan becak wisata juga dinilai mampu memperluas manfaat program. Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, menyebut setiap aktivitas becak berkontribusi langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal.

“Setiap perjalanan tukang becak menjadi penggerak ekonomi. Tidak hanya penerima bantuan yang merasakan manfaat, tetapi juga sektor informal dan UMKM di sekitar titik mangkal,” jelasnya.

Selain berdampak ekonomi, program ini menekankan aspek keberlanjutan dan integrasi dengan pengembangan pariwisata daerah. Penataan titik mangkal di lokasi strategis membuat layanan lebih tertib dan mudah diakses, sehingga manfaat ekonomi dapat terdistribusi secara lebih merata dan efektif.

Melalui pendekatan tersebut, becak listrik menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal dan pariwisata yang saling menguatkan. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Yayasan GSN menegaskan bahwa intervensi sosial mampu menciptakan dampak luas, membuka peluang usaha tambahan, serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Program becak listrik pun menjadi contoh nyata bagaimana bantuan sosial dapat memberikan manfaat berganda bagi masyarakat luas.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah