Beras Tetap Stabil Saat Rupiah Melemah, Cabai Justru Melonjak di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 5 Jun 2026 11:46 WIB ·

Beras Tetap Stabil Saat Rupiah Melemah, Cabai Justru Melonjak di Lumajang


 Beras Tetap Stabil Saat Rupiah Melemah, Cabai Justru Melonjak di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum berimbas pada harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Lumajang.

Harga beras dan minyak goreng masih relatif stabil. Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di Pasar Baru Lumajang, menunjukkan harga beras medium bertahan di level Rp11.700 per kilogram. Sementara beras premium justru turun tipis dari Rp14.500 menjadi Rp14.300 per kilogram.

Harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyakita masih dijual Rp16.800 per liter, minyak goreng curah Rp18.700 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium Rp18.000 per liter.

“Kalau sembako kayak beras, gula, dan minyak harganya masih normal. Yang naik itu sayur, cabai, ayam,” kata Fitri, pedagang di Pasar Baru Lumajang, Jumat (5/6/2026).

Di tengah stabilnya harga komoditas pokok, cabai menjadi pengecualian. Harga cabai rawit merah naik dari Rp73.000 menjadi Rp90.000 per kilogram.

Cabai merah besar meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai memukul konsumen rumah tangga. Rofi, salah seorang pembeli, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian karena harga cabai terus merangkak naik.

“Sekarang semua mahal, cabai mahal. Beli Rp10.000 cuma dapat sedikit, paling bisa buat masak sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, mengatakan Pertamina Patra Niaga telah menambah alokasi LPG bersubsidi sebanyak 60.480 tabung atau setara 181 metrik ton.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 150 persen dibanding kebutuhan harian normal yang rata-rata mencapai 40.296 tabung atau 121 metrik ton.

Menurut Aksanul, tambahan pasokan diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Idul Adha, terutama untuk memasak daging kurban dan berbagai kegiatan hajatan masyarakat.

“Pada saat Idul Adha kebutuhan LPG memang meningkat karena masyarakat memasak daging kurban dalam jumlah besar. Selain itu juga banyak kegiatan hajatan seperti pernikahan, selamatan maupun acara keluarga lainnya,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa Bersama di Wonorejo, PDI Perjuangan Lumajang Ajak Kader Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno

3 Juni 2026 - 20:24 WIB

Pendaki Ilegal di Semeru Terjatuh, Evakuasi Terkendala Medan Terjal

3 Juni 2026 - 16:13 WIB

Indah Amperawati: Pergantian Kepala BGN Bentuk Tanggung Jawab Pemerintah Jaga Kualitas MBG

3 Juni 2026 - 13:30 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Membumbung 800 Meter di Atas Puncak

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

Hari Lahir Pancasila, Wabup Lumajang: Selama Darah Indonesia Mengalir, Pancasila Akan Tetap Hidup

1 Juni 2026 - 13:14 WIB

Hari Pancasila, Menjaga Api yang Dinyalakan Soekarno di Tengah Keberagaman Bangsa

1 Juni 2026 - 11:07 WIB

Trending di Nasional