BPBD Lumajang Evakuasi Warga Setelah Semeru Naik Status Menjadi Awas - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 19 Nov 2025 18:24 WIB ·

BPBD Lumajang Evakuasi Warga Setelah Semeru Naik Status Menjadi Awas


 BPBD Lumajang Evakuasi Warga Setelah Semeru Naik Status Menjadi Awas Perbesar

Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang tengah melakukan evakuasi besar-besaran setelah status Gunung Semeru dinaikkan menjadi Level IV (Awas) pada Rabu (19/11/2025).

Kenaikan status ini dipicu oleh erupsi yang terus berlangsung serta luncuran awan panas yang sudah mencapai 14 kilometer dari puncak kawah.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, membenarkan kenaikan status tersebut saat dihubungi melalui telepon.
“Benar, naik awas,” ungkapnya singkat.

Meski tengah memimpin koordinasi evakuasi, Isnugroho mengaku kesulitan bergerak menuju beberapa titik terdampak akibat kondisi lapangan yang sangat berbahaya.

“Saya masih di Kamar Kajang, tidak bisa naik,” ujarnya.

Sejak pukul 14.30 WIB, awan panas guguran terpantau meluncur dari puncak Semeru. Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru menyebutkan bahwa erupsi masih berlangsung, sehingga potensi luncuran susulan masih sangat mungkin terjadi.

Situasi di lereng Semeru digambarkan oleh petugas sebagai sangat gelap. Kawasan tersebut diselimuti kabut tebal, hujan, dan sambaran petir, membuat jarak pandang semakin terbatas. Kondisi inilah yang memperlambat pergerakan tim BPBD dalam menjangkau warga yang tinggal lebih dekat dengan jalur luncuran awan panas.

Warga di sekitar lereng mulai meninggalkan rumah mereka setelah mendengar imbauan evakuasi. Beberapa berjalan kaki dengan membawa barang seadanya, sementara lainnya memadati jalur turun menggunakan kendaraan darurat.

Pemerintah Desa Penanggal telah menyiapkan Balai Desa Penanggal sebagai titik pengungsian. Sekretaris Desa, Amin, menyampaikan bahwa warga dari berbagai titik seperti Gunung Sawur dan hunian sementara (huntara) terus berdatangan.

“Balai Desa Penanggal kami siapkan untuk tempat pengungsian. Saat ini beberapa warga, baik di Gunung Sawur maupun huntara sudah mulai berdatangan,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional