BPBD Lumajang Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Lebaran 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 11 Mar 2026 11:18 WIB ·

BPBD Lumajang Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Lebaran 2026


 BPBD Lumajang Petakan Titik Rawan Bencana Jelang Lebaran 2026 Perbesar

Lumajang, – Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai memetakan sejumlah titik rawan bencana di wilayahnya.

Pemetaan tersebut difokuskan pada jalur nasional maupun jalan utama yang kerap dilalui masyarakat selama arus mudik dan wisata Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang akan melintas di wilayah Lumajang selama masa libur panjang.

“Karena ini Lebaran, banyak orang ingin liburan, sehingga mobilitas masyarakat meningkat. Kami memetakan titik rawan berdasarkan jalan nasional atau jalan utama yang biasa dilintasi warga,” kata Isnugroho di Lumajang, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu jalur strategis yang kerap dilalui pengendara dari Surabaya menuju Kabupaten Jember dan Banyuwangi, maupun sebaliknya. Selain itu, Lumajang juga menjadi akses penghubung menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan atau kawasan Piket Nol.

Isnugroho menjelaskan, potensi bencana di Lumajang berbeda-beda di setiap wilayah. Di bagian utara Lumajang, seperti Kecamatan Ranuyoso, Klakah, hingga Kedungjajang, potensi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menjadi ancaman utama.

“Kalau di wilayah utara mulai Ranuyoso, Klakah, sampai Kedungjajang, potensi bencananya adalah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Kondisi ini bisa menyebabkan pohon tumbang, sehingga masyarakat yang melintas di jalur tersebut harus berhati-hati,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Jatiroto dan Tempeh apabila terjadi hujan lebat dalam waktu yang cukup lama.

“Kalau banjir genangan kemungkinan bisa terjadi di Jatiroto dan Tempeh ketika intensitas hujan tinggi,” kata Isnugroho.

Sementara itu, potensi banjir lahar juga menjadi perhatian BPBD Lumajang, terutama di wilayah yang dialiri sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

“Banjir lahar bisa terjadi di Candipuro dan Pronojiwo karena sungai di wilayah itu berhulu langsung dari Gunung Semeru,” jelasnya.

Selain banjir lahar, kawasan perbukitan Piket Nol di Kecamatan Candipuro juga masuk dalam kategori rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang melalui jalur selatan.

“Piket Nol itu rawan longsor, sehingga pengendara yang melintas di jalur tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, BPBD juga mengingatkan potensi terjadinya letusan sekunder yang dapat memicu hujan abu apabila terjadi banjir lahar di sekitar Jembatan Gladak Perak. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan.

“Di kawasan Jembatan Gladak Perak, kalau terjadi banjir lahar juga berisiko menimbulkan letusan sekunder yang dapat menyebabkan hujan abu,” kata Isnugroho.

Meski demikian, BPBD Lumajang memastikan bahwa secara umum kondisi sejumlah destinasi wisata di wilayah tersebut masih relatif aman untuk dikunjungi selama libur Lebaran. Namun masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di kawasan wisata alam.

“Secara umum tempat wisata masih aman, tetapi tetap perlu diwaspadai kemungkinan hujan disertai petir, khususnya di kawasan pantai selatan Lumajang,” ujarnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba berwisata ke kawasan yang masih termasuk dalam zona bencana Gunung Semeru.

“Yang perlu kami tekankan, jangan coba-coba berwisata ke lokasi bencana Semeru,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah