LUMAJANG – Sebuah sepeda mungkin terlihat sederhana. Namun bagi enam anak yatim dari MI Hasyim Asy’ari Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, sepeda itu bisa menjadi penyemangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita.
Enam unit sepeda gowes hadir melalui dukungan Bank Jatim setelah Bupati Lumajang Indah Amperawati mengetahui kebutuhan sejumlah anak yatim yang sedang menempuh pendidikan.
Bunda Indah menerima bantuan tersebut di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Rabu (9/9/2026).
Kepedulian Bunda Indah bermula ketika ia mengetahui kondisi sejumlah anak yatim yang tetap bersemangat mengikuti pendidikan meski keluarga mereka membutuhkan perhatian dan dukungan.
Salah satu anak bahkan memiliki ibu yang harus bekerja di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya menemukan anak-anak yatim yang sedang bersekolah. Ada yang ibunya bekerja di luar negeri, kemudian ada juga yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jadi, selain yatim, kondisi perekonomian mereka memang membutuhkan perhatian,” ujar Bunda Indah.
Bunda Indah Pastikan Sepeda Sesuai dengan Kebutuhan Anak
Sebelum meminta bantuan sepeda, Bunda Indah terlebih dahulu melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Ia menanyakan jarak antara rumah dan sekolah untuk memastikan sepeda benar-benar memberikan manfaat sekaligus aman bagi penerimanya.
“Saya tanyakan jarak rumah mereka ke sekolah. Kalau terlalu jauh, saya juga tidak berani memberikan sepeda. Tetapi karena jaraknya masih terjangkau dan aman untuk bersepeda, saya menjanjikan sepeda ini sebagai penyemangat sekaligus fasilitas bagi mereka,” jelasnya.
Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya melihat kebutuhan anak, tetapi juga memperhatikan keamanan dan kondisi perjalanan mereka menuju sekolah.
Setelah mengetahui kebutuhan tersebut, Bunda Indah menyampaikan hal itu kepada pihak yang dapat membantu. Bank Jatim kemudian merespons dengan menyiapkan enam unit sepeda gowes untuk keenam anak tersebut.
Bantuan itu dapat membantu anak-anak menjalani perjalanan pergi dan pulang sekolah sekaligus memberikan dukungan bagi mereka untuk terus mengikuti pendidikan.
Bank Jatim Ikut Berikan Dukungan untuk Anak Yatim
Bunda Indah mengapresiasi respons Bank Jatim yang cepat dalam membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim tersebut.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak memiliki arti penting bagi anak-anak yang terus berjuang menjalani pendidikan.
“Bank Jatim merespons dengan sangat baik dan cepat. Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan enam unit sepeda ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi anak-anak,” katanya.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Bank Jatim tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak.
Bantuan sederhana seperti sepeda dapat membantu aktivitas anak sehari-hari. Lebih dari itu, perhatian dari orang-orang di sekitar mereka juga dapat memberikan dorongan moral agar anak terus percaya diri dalam mengejar cita-cita.
Bunda Indah berharap keenam anak penerima bantuan tidak merasa sendirian dalam menjalani pendidikan.
“Yang terpenting, semoga ini menjadi penyemangat mereka untuk terus sekolah, terus belajar, dan jangan merasa sendiri karena banyak yang peduli terhadap mereka,” pungkasnya.
Sepeda Jadi Penyemangat untuk Terus Mengejar Cita-cita
Bagi keenam anak yatim tersebut, sepeda kini bukan hanya alat transportasi. Sepeda juga menjadi bentuk perhatian yang dapat mengingatkan mereka bahwa banyak pihak peduli terhadap perjalanan pendidikan mereka.
Dukungan tersebut diharapkan membantu anak-anak menjalani aktivitas sekolah dengan lebih mudah. Mereka juga dapat membawa semangat baru untuk terus belajar dan mengembangkan cita-cita.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Bank Jatim terus mendorong kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Bantuan sederhana yang tepat sasaran juga dapat memberikan arti bagi kehidupan seorang anak.
Dengan dukungan dari pemerintah, dunia usaha, sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar, anak-anak diharapkan dapat terus bersekolah dan belajar dengan penuh semangat.
Karena bagi mereka, satu sepeda bukan sekadar kendaraan. Bisa jadi, sepeda itu kelak menjadi salah satu saksi perjalanan mereka menuju kesuksesan.
Tinggalkan Balasan