Penurunan Emisi Lumajang untuk Pembangunan Berkelanjutan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 18 Okt 2026 14:37 WIB ·

Bunda Indah Dorong Aksi Nyata Penurunan Emisi, Lumajang Siapkan Langkah Strategis


 Bunda Indah Dorong Aksi Nyata Penurunan Emisi, Lumajang Siapkan Langkah Strategis Perbesar

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, mendorong langkah nyata untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui tata kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, dukungan data yang akurat, serta kolaborasi lintas sektor agar upaya pengendalian emisi berjalan terukur dan berkelanjutan.

Bunda Indah menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (TKNEK) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada 14 Oktober 2026.

Bunda Indah Tekankan Pentingnya Perencanaan Penurunan Emisi

Bunda Indah menilai pemerintah daerah perlu memahami sumber emisi di setiap sektor sebelum menentukan langkah penurunan emisi. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun program mitigasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Pemkab Lumajang juga perlu menetapkan data dasar atau baseline emisi, mengenali pemilik data, serta mengintegrasikan program mitigasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan. Dengan langkah tersebut, setiap perangkat daerah dapat menjalankan peran secara lebih terarah dan mendukung target lingkungan yang terukur.

Data Akurat dan Pengukuran Jadi Kunci Tata Kelola Karbon

Tata kelola Nilai Ekonomi Karbon membutuhkan data yang jelas dan sistem pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah daerah perlu memperkuat mekanisme pengukuran, pelaporan, dan verifikasi atau Measurement, Reporting, and Verification (MRV) untuk menilai pelaksanaan aksi mitigasi.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan program, mengevaluasi hasil, dan menentukan langkah perbaikan. Pemahaman terhadap berbagai skema Nilai Ekonomi Karbon juga penting agar pemerintah mampu mengidentifikasi peluang pendanaan dan investasi yang mendukung upaya pengurangan emisi.

Selain itu, pemerintah perlu mengatur pembagian hak, manfaat, dan risiko secara jelas. Perencanaan juga harus memperhitungkan kebutuhan operasional serta pemeliharaan aset agar program mitigasi dapat berjalan dalam jangka panjang.

Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Upaya Berkelanjutan

Upaya menurunkan emisi membutuhkan kerja sama berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Setiap pihak perlu menyelaraskan program, berbagi data, serta menjalankan tanggung jawab sesuai dengan kewenangannya.

Koordinasi yang kuat akan membantu pemerintah daerah menghubungkan kebijakan lingkungan dengan agenda pembangunan. Dengan demikian, Pemkab Lumajang dapat menyusun langkah yang lebih sistematis untuk mendukung pengendalian perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Melalui penguatan tata kelola Nilai Ekonomi Karbon, Bunda Indah mendorong agar perencanaan lingkungan tidak berhenti pada dokumen kebijakan. Pemerintah perlu menerjemahkannya menjadi program nyata, terukur, dan berkelanjutan sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan Kabupaten Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

21 Pengurus HKTI Lumajang Dikukuhkan, Bunda Indah Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

18 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Jalan PB Sudirman Lumajang Mulai Ditata, Proyek 730 Meter Ditargetkan Rampung Desember

18 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember

18 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bunda Indah Instruksikan Camat dan Kades Edukasi Warga, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

18 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bunda Indah Bersihkan Kali Asem, Usulkan Normalisasi untuk Kurangi Risiko Lahar Semeru

18 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Trending di Daerah