Bupati Lumajang Melayat ke Selok Awar-Awar Hari Ini - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 4 Agu 2025 09:36 WIB ·

Bupati Lumajang Melayat ke Selok Awar-Awar, Dorong Evaluasi Prosedur Kegiatan Publik


 Bupati Lumajang Melayat ke Selok Awar-Awar, Dorong Evaluasi Prosedur Kegiatan Publik Perbesar

Bupati Lumajang Melayat ke Selok Awar-Awar, Dorong Evaluasi Kegiatan Publik yang Lebih Aman

Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Anik Mutmainah di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Pada Minggu (3/8/2025), Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), datang langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Almarhumah meninggal dunia pada Sabtu malam (2/8/2025) saat menyaksikan karnaval perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Ia sempat pingsan ketika sedang mengambil foto kegiatan. Menurut pihak keluarga, almarhumah tidak memiliki riwayat penyakit serius dan sebelumnya dalam kondisi sehat.

“Saya bertemu langsung dengan suami dan keluarganya. Mereka menerima musibah ini dengan lapang dada sebagai takdir dari Allah SWT,” ujar Bunda Indah.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Lumajang. Meskipun karnaval tersebut telah memiliki izin dan berlangsung lancar, Bunda Indah menegaskan pentingnya mengevaluasi ulang prosedur kegiatan publik, khususnya yang melibatkan keramaian di ruang terbuka.

“Kami akan koordinasikan kembali dengan Kapolres untuk memperkuat standar pelaksanaan kegiatan. Ini bukan karena ada pelanggaran, tapi demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga,” jelasnya.

Bunda Indah juga menyampaikan rencana peningkatan sosialisasi terkait tata cara penggunaan perangkat suara dan peralatan teknis di lapangan. Ia mengacu pada Fatwa MUI Jawa Timur serta regulasi perizinan yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara desa, kepolisian, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, kerjasama ini dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya standar keamanan teknis dan nonteknis.

“Kita tentu ingin kegiatan desa tetap meriah dan guyub, tapi semua pihak perlu menerapkan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.

Kehadiran Bunda Indah di rumah duka menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam seremoni. Ia hadir ketika warga membutuhkan perhatian dan penguatan secara emosional maupun administratif.

“Pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat, baik saat bahagia maupun saat berduka. Setiap kejadian adalah pelajaran untuk memperbaiki diri,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah