Bupati Lumajang Ungkap Sulitnya Mencari Sosok Penyelamat PD Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Bisnis · 26 Jan 2026 09:35 WIB ·

Bupati Lumajang Ungkap Sulitnya Mencari Sosok Penyelamat PD Semeru


 Bupati Lumajang Ungkap Sulitnya Mencari Sosok Penyelamat PD Semeru Perbesar

Lumajang, – Di balik penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PD Semeru, tersimpan kisah panjang perjuangan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam mencari sosok yang bersedia mengurus perusahaan daerah yang tak pernah mencetak keuntungan.

Selama bertahun-tahun, PD Semeru dikenal sebagai perusahaan yang terus merugi, hingga membuat banyak pihak enggan mengambil tanggung jawab besar tersebut.

Bupati Indah Amperawati mengungkapkan, proses pencarian pimpinan PD Semeru bukanlah hal mudah. Ia harus mencari figur yang mau ngopeni atau mengurus perusahaan daerah dengan kondisi keuangan yang tidak sehat.

“Saya harus mencari sosok yang mau ngopeni PD Semeru. Susah sekali, karena ini perusahaan daerah yang nggak pernah untung, rugi terus,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia mengaku telah menawarkan jabatan tersebut kepada sejumlah pihak. Namun, hampir semuanya menolak setelah mengetahui kondisi riil perusahaan.

“Saya sudah tawarkan ke siapa pun, tapi tidak ada yang mau. Karena dari awal sudah saya sampaikan, ini perusahaan daerah yang rugi,” lanjutnya.

Di tengah kebuntuan, Indah kemudian teringat pada seorang anak muda yang dikenal dekat dengan keluarganya. Sosok tersebut merupakan sahabat anaknya, alumni SMA Negeri 2 Lumajang, berasal dari Kecamatan Kunir, serta lulusan teknik pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Hampir setiap hari dulu ada di rumah saya. Saya ingat, ini anak muda alumni pertambangan ITB,” kenangnya.

Pertemuan awal pun dilakukan. Namun diskusi berjalan alot karena yang bersangkutan mengkhawatirkan keterbatasan waktu untuk mengurus PD Semeru.

“Dia sempat keberatan karena takut tidak punya waktu. Ya sudah, saya biarkan,” katanya.

Upaya pencarian pun terus dilakukan. Bupati sempat menawarkan posisi tersebut kepada Agus Setiawan dan Maulana Haqiqi, namun belum menemukan titik temu. Hingga pada pertemuan ketiga dengan Haqiqi, muncul kesediaan untuk membantu PD Semeru.

“Di pertemuan yang ketiga, barulah dia bilang, ‘Ya sudah Bunda, saya luangkan waktu untuk membantu PD Semeru’,” tuturnya.

Indah kembali menegaskan kondisi PD Semeru yang tidak memiliki modal dan selama ini hanya bertahan sebagai agen serta distributor pupuk dengan wilayah distribusi terbatas.
“Saya heran, ini perusahaan daerah milik pemerintah, tapi wilayah distributornya kecil sekali,” ucapnya.

Meski demikian, Indah menegaskan tidak ingin menyerah. Bahkan di hadapan DPRD dalam rapat paripurna, ia pernah menyatakan siap menutup PD Semeru jika upaya penyelamatan gagal.

“Tapi rasanya saya bukan petarung kalau menyerah. Saya ini jiwanya petarung,” tegasnya.

Keyakinan Indah terhadap Haqiqi semakin kuat karena sikap profesional yang ditunjukkan. Selama proses komunikasi, Haqiqi tidak pernah mempertanyakan soal gaji.

“Dia tidak pernah tanya soal digaji berapa. Karena dia tahu, digaji dari mana,” ujarnya.

Menurut Indah, Haqiqi memahami betul kondisi PD Semeru yang tidak memiliki modal. Bahkan ketika disampaikan bahwa penyertaan modal baru hanya bisa diajukan saat perubahan APBD, respons yang diberikan justru optimistis.

“Dia bilang, ‘Gak apa-apa Bunda, serahkan saya. Insya Allah tanpa modal, enam bulan ke depan sudah untung’,” kata Indah.

Ia menegaskan, pengelolaan PD Semeru tetap harus berjalan sesuai aturan dan prinsip perusahaan daerah, termasuk mengembangkan sektor perdagangan dan memanfaatkan potensi sumber daya alam.

“Halal, tidak haram, dan tetap sesuai kaidah perusahaan daerah,” tandasnya.

Ke depan, Indah berharap PD Semeru dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari sektor penambangan pasir. Namun karena faktor usia Haqiqi yang masih 30 tahun, ia akhirnya ditunjuk sebagai pegawai PD Semeru sekaligus Pelaksana Tugas Direktur.

“Performanya harus bagus supaya orang yakin kita bisa dipercaya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lumajang Perluas Warung Pengendali Inflasi, Beras dan Minyak Dijual Lebih Murah

9 Maret 2026 - 18:11 WIB

Pasar Murah Ramadan, Warga Lumajang Bisa Dapat Sayur dan Sembako Lebih Murah

2 Maret 2026 - 18:23 WIB

Musim Hujan Tidak Menghalangi Untung, Harga Blewah di Lumajang Naik Saat Ramadan

25 Februari 2026 - 09:46 WIB

Dari Rp40.000 ke Rp125.000, Lonjakan Harga Cabai Rawit Bikin Pembeli Terkejut

23 Februari 2026 - 17:17 WIB

Manisnya Sunnah, Manisnya Ekonomi, Kurma Sukari Membanjiri Toko Haikal

21 Februari 2026 - 11:04 WIB

Tradisi Selametan dan Menu Berbuka Jadi Pemicu Lonjakan Harga Ayam di Lumajang

20 Februari 2026 - 11:31 WIB

Trending di Bisnis