Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 26 Des 2025 11:04 WIB ·

Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran


 Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran Perbesar

Jember, – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, mengkritik lambannya pemerintah daerah dalam menyerap dana transfer dari pemerintah pusat. Kritikan ini disampaikan saat reses masa sidang ketiga di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Menurut Edi, yang akrab disapa Ipung, dana dari pemerintah pusat yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan dan penciptaan lapangan kerja di daerah justru banyak mengendap dan belum terserap optimal. Secara nasional, angka dana mengendap diperkirakan mencapai Rp213 triliun, meski besaran pasti untuk Kabupaten Jember belum diketahui.

“Walaupun angka pasti untuk Kabupaten Jember belum diketahui, situasi ini tetap menjadi perhatian penting. Pemda harus lebih proaktif dalam merencanakan dan mengeksekusi penggunaan anggaran agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Ipung.

Ia menambahkan lambatnya penggunaan dana berdampak langsung pada rendahnya serapan tenaga kerja, terutama pekerja harian dan buruh. Untuk menekan angka pengangguran, DPRD meminta Pemkab Jember menyiapkan perencanaan pembangunan sejak awal tahun, sehingga proyek bisa dimulai pada Triwulan I dan II dan serapan tenaga kerja meningkat lebih cepat.

Selain itu, Ipung menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program pembangunan dan alokasi anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi potensi utama Jember juga harus didorong agar bisa menyerap tenaga kerja dan menarik investasi ke daerah.

“Di Desa Bedadung, mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Penguatan sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah