Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 26 Des 2025 11:04 WIB ·

Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran


 Dana Pusat Mengendap, DPRD Jember Sebut Pemda Lamban Serap Anggaran Perbesar

Jember, – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, mengkritik lambannya pemerintah daerah dalam menyerap dana transfer dari pemerintah pusat. Kritikan ini disampaikan saat reses masa sidang ketiga di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Menurut Edi, yang akrab disapa Ipung, dana dari pemerintah pusat yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan dan penciptaan lapangan kerja di daerah justru banyak mengendap dan belum terserap optimal. Secara nasional, angka dana mengendap diperkirakan mencapai Rp213 triliun, meski besaran pasti untuk Kabupaten Jember belum diketahui.

“Walaupun angka pasti untuk Kabupaten Jember belum diketahui, situasi ini tetap menjadi perhatian penting. Pemda harus lebih proaktif dalam merencanakan dan mengeksekusi penggunaan anggaran agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Ipung.

Ia menambahkan lambatnya penggunaan dana berdampak langsung pada rendahnya serapan tenaga kerja, terutama pekerja harian dan buruh. Untuk menekan angka pengangguran, DPRD meminta Pemkab Jember menyiapkan perencanaan pembangunan sejak awal tahun, sehingga proyek bisa dimulai pada Triwulan I dan II dan serapan tenaga kerja meningkat lebih cepat.

Selain itu, Ipung menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program pembangunan dan alokasi anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi potensi utama Jember juga harus didorong agar bisa menyerap tenaga kerja dan menarik investasi ke daerah.

“Di Desa Bedadung, mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Penguatan sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah