Dari Marmot ke Juara: Kreativitas Warga Lumajang Ciptakan Balapan Hewan Mini - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Hiburan · 19 Mei 2025 17:29 WIB ·

Dari Marmot ke Juara: Kreativitas Warga Lumajang Ciptakan Balapan Hewan Mini


 Dari Marmot ke Juara: Kreativitas Warga Lumajang Ciptakan Balapan Hewan Mini Perbesar

Lumajang, – Di Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, muncul tradisi balapan unik yang berbeda dari biasanya, yakni Karapan Marmot.

Tradisi ini rutin digelar setiap musim kemarau dan melibatkan marmot, hewan kecil yang menggemaskan, untuk beradu kecepatan di lintasan sepanjang 50 meter.

Berbeda dengan karapan sapi atau kuda yang biasanya menggunakan joki, Karapan Marmot tidak melibatkan joki. Para pemilik hanya melepas marmot peliharaan mereka di garis start dan memberikan semangat dari pinggir lintasan agar hewan tersebut berlari hingga garis finish.

Perlombaan ini diikuti oleh puluhan peserta, dengan marmot yang mendapat perawatan khusus seperti makanan bergizi dan ramuan jamu tradisional untuk meningkatkan stamina.

“Sudah seminggu saya latih tiap sore. Dikasih makan wortel sama jamu supaya lincah,” ujar Rofik, salah satu peserta lomba, pada Minggu (18/5/2025).

Selain sebagai hiburan yang meriah dan penuh sorak sorai penonton, Karapan Marmot juga memiliki makna budaya penting bagi warga setempat.

Tradisi ini menandai datangnya musim kemarau sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal. Marmot yang menang dalam lomba biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi, menjadikan perlombaan ini juga berpengaruh pada aspek ekonomi masyarakat.

“Senang bisa ikut lomba. Walau marmot saya belum juara, suasananya seru banget,” tambah peserta lain, Bagas.

Karapan Marmot menunjukkan kreativitas masyarakat Lumajang dalam mengembangkan tradisi unik yang menghibur sekaligus memperkuat ikatan sosial dan budaya di desa mereka.

“Kalau sudah juara, banyak yang mau beli. Harganya bisa dua kali lipat,” jelas Afandi, salah satu panitia lomba.

Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satresnarkoba Lumajang Janjikan Razia Berkala di Tempat Hiburan Malam

15 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Pemkab Lumajang Perpanjang WFH, Disdukcapil, Sekolah, dan Puskesmas Tetap Melayani

15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Kebakaran Hutan di Argosari Lumajang Tak Berdampak pada Permukiman dan Ladang Warga

14 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Karhutla TNBTS di Argosari Lumajang Sulit Dipadamkan, Api Meluas ke Arah B29

13 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Ketika Batik Lumajang Naik Panggung, Tradisi Bertemu Kreativitas Fashion

11 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ketika Nusantara Menjadi Puisi, Kandangtepus Menuliskannya Lewat Gerak Tari

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Trending di Hiburan