Jatim, – Aroma khas Hari Raya Idul Adha mulai terasa di berbagai daerah di Jawa Timur.
Di sejumlah pondok pesantren, masjid, hingga panti asuhan, warga berkumpul menyambut datangnya hewan kurban yang didistribusikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Tahun ini, sebanyak 468 ekor sapi kurban disalurkan ke berbagai wilayah sebagai bagian dari perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Bagi PDI Perjuangan Jawa Timur, kurban bukan sekadar ritual tahunan. Momentum Idul Adha dimaknai sebagai ruang untuk merawat nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada masyarakat.
Hewan kurban itu disalurkan melalui DPC PDI Perjuangan kabupaten dan kota, pondok pesantren, masjid, panti asuhan, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Proses penyembelihan dilakukan di rumah potong hewan maupun lokasi yang telah memenuhi ketentuan kesehatan dan syariat.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan Idul Adha membawa pesan tentang ketulusan dan pengorbanan demi kemaslahatan bersama.
Menurut dia, nilai itu menjadi bagian dari semangat perjuangan partai dalam menjaga kedekatan dengan rakyat.
“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan. Semangat itu yang terus dijaga PDI Perjuangan dalam bergerak bersama rakyat. Kurban menjadi wujud kepedulian dan ikatan gotong royong di tengah masyarakat,” kata Deni, Senin (25/5/2026).
Di sejumlah daerah, distribusi hewan kurban menjadi momen yang ditunggu warga. Tak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, pembagian daging kurban juga memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di lingkungan pesantren dan panti asuhan.
Kata Deni, semangat berbagi menjadi bagian penting dalam menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat. Karena itu, distribusi hewan kurban dilakukan agar kebahagiaan Hari Raya dapat dirasakan lebih luas oleh warga di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Harapannya masyarakat bisa ikut merasakan suasana kebersamaan dan hangatnya Idul Adha. Tradisi berbagi seperti ini penting untuk menjaga solidaritas sosial dan mempererat hubungan antarsesama,” katanya.
Menurut dia, semangat kurban juga selaras dengan nilai perjuangan yang selama ini dipegang partai, yakni menempatkan kemanusiaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat sebagai landasan gerakan politik.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan tentang kesabaran, keteguhan, dan pengabdian. Nilai-nilai itu relevan dalam kehidupan berbangsa maupun dalam perjuangan politik yang dijalankan dengan hati dan rasa tanggung jawab kepada rakyat,” tuturnya.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga meminta seluruh kader di daerah ikut mengawal distribusi hewan kurban agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Dengan begitu, manfaat kurban benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. “Merdeka,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan