Lumajang dan BKSAG Bangun Dialog Lintas Iman - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 5 Mei 2025 17:13 WIB ·

Lumajang dan BKSAG Bangun Dialog Lintas Iman


 Lumajang dan BKSAG Bangun Dialog Lintas Iman Perbesar

Lensa Warta – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga toleransi dan keberagaman. Pada Senin (5/5/2025), Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menerima audiensi Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) di Ruang Mahameru. Pertemuan tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat ruang dialog lintas iman.

Dalam audiensi yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) dan Kabag Kesra, Bunda Indah menyampaikan bahwa seluruh warga Lumajang, tanpa membedakan agama, suku, dan latar belakang, berhak menerima pelayanan publik secara adil.

“Oleh karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi. Pemerintah hadir untuk semua kalangan. Dari keberagaman, tumbuh kekuatan dan kedewasaan masyarakat kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bunda Indah mendorong pemuka agama, termasuk BKSAG, untuk terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial. Tantangan zaman seperti hoaks dan provokasi berbasis identitas, menurutnya, harus dilawan dengan komunikasi terbuka dan saling percaya antarumat beragama.

“Sebagai contoh, peran majelis agama sangat penting dalam meredam isu-isu negatif. Karena itu, mari kita rawat suasana damai di Lumajang dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Pdt. Isaac Soetanto Latief, mengapresiasi ruang dialog yang dibuka oleh Pemkab Lumajang. Ia menegaskan bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Misalnya, kami ingin bersinergi dalam menyelesaikan persoalan sosial. BKSAG hadir bukan hanya untuk antar gereja, tetapi juga untuk membangun persaudaraan lintas iman demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan toleransi tidak sekadar menjadi jargon, melainkan menjadi budaya hidup yang mengakar. Pemerintah dan masyarakat harus terus memperkuat dialog lintas iman sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Lumajang yang inklusif, damai, dan adil bagi semua warga.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Tawur Agung Kesango, Upaya Menyucikan Buana Alit dan Buana Agung

18 Maret 2026 - 23:04 WIB

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan

18 Maret 2026 - 22:41 WIB

Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Negatif, Tradisi Pengerupukan Sarat Makna

18 Maret 2026 - 22:18 WIB

Masjid Jadi Oase Pemudik di Lumajang saat Arus Mudik Lebaran

18 Maret 2026 - 17:17 WIB

Tekan Dampak Kenaikan Harga, Bansos Pangan Disalurkan ke Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi

18 Maret 2026 - 13:20 WIB

Trending di Daerah