Digitalisasi Jadi Kunci, Pemkot Surabaya Targetkan Retribusi Aset Rp121 Miliar di 2025 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 3 Sep 2025 14:46 WIB ·

Digitalisasi Jadi Kunci, Pemkot Surabaya Targetkan Retribusi Aset Rp121 Miliar di 2025


 Digitalisasi Jadi Kunci, Pemkot Surabaya Targetkan Retribusi Aset Rp121 Miliar di 2025 Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan retribusi dari pengelolaan aset daerah sebesar Rp121 miliar pada tahun 2025. Target ini menjadi bagian dari proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang secara total ditetapkan mencapai Rp486 miliar lebih.

Guna mencapai target tersebut, Pemkot mengandalkan strategi utama melalui digitalisasi aset. Langkah ini dianggap krusial dalam mempercepat proses penatausahaan, pengawasan, serta promosi aset yang belum termanfaatkan secara maksimal.

“Kami melihat bahwa proses digitalisasi ini adalah satu poin yang memang harus dioptimalkan. Intinya adalah pemanfaatan aset secara ekonomis,” ujar Kepala BPKAD Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, Rabu (3/9/25).

Baca juga: Cegah Siswa Ikut Aksi Ricuh, Pemkot Malang Terapkan Sistem Belajar dari Rumah

Wiwiek menjelaskan, pengelolaan aset selama ini kerap mengalami kendala karena proses manual yang lambat dan tidak terintegrasi.

Oleh karena itu, Pemkot tengah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi dan Pengelolaan Aset Daerah (SIKDASDA) yang memungkinkan pemetaan aset berbasis lokasi dan status hukum secara real-time.

“Kayak orang mau lihat asetnya di mana, lokasinya di mana, dengan peta dan sebagainya semua itu nanti bisa langsung dari sistem,” tambah Wiwiek.

Baca juga: 49 Anggota DPRD Jember Diperiksa Kejaksaan, Dugaan Korupsi Mamin Sosraperda 2023/2024

Selain itu, strategi pengelolaan aset juga mencakup penawaran aset-aset idle (menganggur) kepada investor atau pelaku usaha, baik melalui skema sewa, Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), Bangun Guna Serah (BGS)/Bangun Serah Guna (BSG), maupun Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

Hingga saat ini, dari 4.767 bidang aset tanah selain jalan, sekitar 85 persen telah dimanfaatkan. Namun masih ada 1.039 aset atau sekitar 15 persen yang belum termanfaatkan  terdiri dari tanah tambak, sawah, tanah kosong, dan lainnya  dan menjadi fokus utama intervensi Pemkot.

“Ini kita coba tawarkan. Aset yang kosong, yang idle, harus mulai menghasilkan,” jelasnya.

Meski demikian, Wiwiek mengakui bahwa tantangan tidak sedikit. Salah satunya adalah soal nilai appraisal yang kerap dianggap terlalu mahal oleh calon penyewa. Namun ia menegaskan, penilaian aset dilakukan secara profesional dan independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai dengan nilai pasar.

“Appraisal dianggap mahal, padahal itu dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Pemerintah tidak menetapkan sendiri nilainya,” tegasnya.

Selain optimalisasi aset dari sisi fiskal, Wiwiek juga menekankan pentingnya pendekatan non-komersial dalam beberapa pemanfaatan, seperti untuk program padat karya yang melibatkan warga miskin atau pelatihan bagi UMKM melalui program mentoring.

“Jadi kita tidak hanya bicara uang masuk, tapi juga dampak ekonomi dan sosialnya ke warga,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah