Dihantam Banjir Sungai Bedadung, Jalan Penghubung Lojejer, Wonosari Putus Total - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Jan 2026 09:34 WIB ·

Dihantam Banjir Sungai Bedadung, Jalan Penghubung Lojejer, Wonosari Putus Total


 Dihantam Banjir Sungai Bedadung, Jalan Penghubung Lojejer, Wonosari Putus Total Perbesar

Jember, – Ruas jalan yang menghubungkan Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan dengan Dusun Sulakdoro, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, ambrol dan putus total akibat hantaman banjir Sungai Bedadung. Hingga Selasa (16/12/2025), jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dan hanya menyisakan bagian tepi sekitar setengah meter.

Ambrolnya jalan dusun tersebut dipicu banjir besar yang terjadi pada Senin (15/12/2025) lalu. Derasnya arus Sungai Bedadung menggerus badan jalan dan tebing sungai hingga menyebabkan kerusakan parah pada struktur jalan penghubung antar desa tersebut.

Selain badan jalan, banjir juga mengakibatkan puluhan pancang beton yang sebelumnya dipasang di sepanjang tebing sungai ikut ambrol. Pancang beton tersebut diketahui dipasang sejak sekitar tahun 2005 sebagai upaya menahan abrasi sungai.

Kepala Desa Lojejer, Mohamad Sholeh, mengatakan jalan tersebut memiliki lebar sekitar lima meter. Namun kini sebagian besar badan jalan sudah hilang, sementara bahu jalan juga ikut amblas seiring ambrolnya pancang beton penahan tebing.

“Jalan ini sekarang putus total. Yang tersisa hanya bagian pinggir sekitar setengah meter, itu pun tidak aman untuk dilalui,” kata Sholeh, Kamis (8/1/2026).

Untuk menghindari kecelakaan, pemerintah desa setempat telah memasang banner peringatan di lokasi jalan putus agar warga tidak melintas. Akibat kerusakan tersebut, aktivitas warga, termasuk pelajar, petani, dan pedagang, menjadi terganggu karena harus memutar melalui jalur lain yang jaraknya lebih jauh.

Sholeh menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Provinsi Jawa Timur yang ditujukan kepada Kepala UPT PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang.

Permohonan tersebut berisi harapan agar segera dilakukan perbaikan dan penguatan tebing Sungai Bedadung, mengingat sungai tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Karena sungai ini kewenangan provinsi, kami sudah mengirim surat ke Kepala UPT PSDA WS Bondoyudo Baru. Harapannya ada penguatan tebing agar jalan tidak kembali terputus,” jelasnya.

Ia mengungkapkan jalan tersebut sebelumnya pernah mengalami ambrol akibat banjir dengan penyebab yang sama. Saat itu, telah dilakukan pemasangan puluhan tiang pancang sebagai upaya penahan abrasi. “Namun, akibat terus-menerus diterjang banjir, sebanyak 21 pancang beton kembali ambrol,” jelasnya.

Sementara itu, Hari (40), warga setempat, menyebut kondisi kerusakan kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Jalan yang sempat ditimbun batu kini kembali rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan.

“Sekarang benar-benar sudah tidak bisa dilewati. Yang bisa lewat hanya pejalan kaki. Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir bagian lain juga ikut ambrol,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah