Erupsi Semeru Terekam Seismogram 27 mm, Luncuran Awan Panas 4,5 Km - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 7 Apr 2026 20:55 WIB ·

Erupsi Semeru Terekam Seismogram 27 mm, Luncuran Awan Panas 4,5 Km


 Erupsi Semeru Terekam Seismogram 27 mm, Luncuran Awan Panas 4,5 Km Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa, 7 April 2026 pukul 17.30 WIB. Petugas PPGA Semeru, Liswanto, melaporkan melalui keterangan tertulis bahwa kolom abu teramati setinggi 2.000 meter di atas puncak 5.676 mdpl, berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 7 menit 23 detik.

Erupsi berupa Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh 4,5 kilometer dari kawah ke arah Besuk Kobokan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan, “Terjadi APG sejauh 4,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan. Luncuran awan panas berhenti pada pukul 19.00 WIB. Saat ini tidak ada dampak langsung terhadap warga,” katanya.

Selain itu, Isnugroho mengingatkan risiko sekunder. “Material vulkanik berupa pasir dan batu yang menumpuk di lereng Semeru bisa terbawa hujan deras menjadi banjir lahar. Warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru harus tetap waspada,” ujarnya.

PPGA Semeru memberikan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak. Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran batu pijar.

Waspada terhadap awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak sungai yang berhulu dari Besuk Kobokan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menambahkan imbauan agar masyarakat tetap tenang.

“Jarak luncurnya masih dalam radius aman. Warga sudah tahu langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan. Harapannya, tidak ada hujan deras yang memicu banjir lahar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pos Pantau Gunung Api Semeru, Sutrisno, menekankan pentingnya masyarakat mengikuti informasi resmi.

“Pantau terus pengumuman dari Pos Pantau. Jangan mendekati area rawan, terutama sepanjang Besuk Kobokan dan anak sungainya,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ranu Kumbolo Jadi Titik Pemadaman, Helikopter dan Tim Gabungan Dikerahkan

28 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Api Belum Padam, Titik Baru Muncul: Medan Ekstrem Hambat Tim Gabungan TNBTS

28 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Sebelum Rekrutmen CASN 2027, DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Nasib 172 Ribu Guru Non-ASN

28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Pendakian Semeru Ditutup dan Tiket Bisa Refund

26 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Trending di Nasional