Fasilitas Rusak dan Minim Penerangan, Gerindra Soroti Potensi Bahaya di Sekitar Pura Mandhara Giri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 26 Jun 2025 14:22 WIB ·

Fasilitas Rusak dan Minim Penerangan, Gerindra Soroti Potensi Bahaya di Sekitar Pura Mandhara Giri


 Fasilitas Rusak dan Minim Penerangan, Gerindra Soroti Potensi Bahaya di Sekitar Pura Mandhara Giri Perbesar

Lumajang, – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Lumajang menyoroti kondisi keselamatan di kawasan Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, yang dinilai sangat memprihatinkan.

Dalam Rapat Paripurna pembahasan Raperda Perubahan APBD 2025, Kamis (26/6/25), anggota DPRD Heri Nani Hariyati menyampaikan pandangan umum fraksinya yang menekankan pentingnya perhatian serius dari Pemkab terhadap infrastruktur keselamatan di sekitar pura.

“Banyak bagian pura yang tidak terawat. Dinding belakang masih rusak, fasilitas umum seperti CCTV tidak berfungsi, dan penerangan sangat minim,” ujarnya di hadapan forum paripurna.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan potensi bahaya serius, terutama saat pelaksanaan upacara besar keagamaan yang kerap menarik ribuan umat Hindu dari berbagai daerah. Ia menyoroti salah satu titik rawan kecelakaan, yakni di pertigaan jalan menuju pura yang belum dilengkapi lampu tanda bahaya.

“Di titik itu sangat rawan. Apalagi saat arus kendaraan padat, risiko kecelakaan meningkat karena tidak ada rambu peringatan atau lampu yang memadai,” jelas Heri Nani.

Ia menegaskan bahwa Pura Mandhara Giri Semeru Agung bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol spiritual dan budaya masyarakat Lumajang yang memiliki nilai strategis. Pura ini setiap tahunnya menjadi pusat pelaksanaan upacara adat Hindu Tengger dan umat Hindu dari berbagai penjuru Indonesia.

“Sudah seharusnya pura ini mendapatkan pemeliharaan yang layak. Ini bukan sekadar fasilitas keagamaan, tapi juga aset daerah yang harus dijaga keselamatannya,” tambahnya.

Ketua Harian Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Wira Dharma, juga mengungkapkan keterbatasan fasilitas yang ada. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti CCTV, lampu penerangan, kursi rapat, dan rambu keselamatan sangat minim, padahal aktivitas di pura terus meningkat.

“Kalau malam, kondisi sangat gelap. Banyak umat datang tapi tidak nyaman karena penerangan kurang. Belum lagi kendaraan yang keluar masuk tanpa pengawasan CCTV atau penanda jalan,” kata Wira.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah