Lumajang, – Fenomena gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meminta masyarakat tidak hanya mengikuti isu yang sedang viral di media sosial, tetapi juga membekali diri dengan pengetahuan mengenai evakuasi dan penyelamatan diri saat kondisi darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan bencana alam merupakan peristiwa yang dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi secara pasti.
Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesiapan dan pengetahuan yang memadai agar dapat bertindak cepat ketika menghadapi situasi darurat.
Menurut Yudhi, fenomena gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk yang baru-baru ini dirasakan di kawasan Filipina, seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi,” kata Yudhi, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, edukasi kebencanaan memiliki peran penting dalam membangun kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana. Pengetahuan mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, hingga prosedur penyelamatan diri dinilai dapat membantu mengurangi risiko korban saat terjadi bencana.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Yudhi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada isu-isu yang sedang menjadi perbincangan publik. Menurut dia, informasi mengenai keselamatan diri dan mitigasi bencana juga perlu mendapat perhatian yang sama.
“Boleh saja penasaran dengan cerita 200 juta yang viral, tapi jangan sampai lupa lokasi titik kumpul saat gempa. Karena saat darurat, yang dicari bukan trending topic, melainkan jalan evakuasi,” ujarnya.
Yudhi menyampaikan kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan memahami langkah-langkah penyelamatan diri, warga dapat mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun kejadian darurat lainnya.
Untuk itu, BPBD Lumajang terus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana yang ada di sekitarnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons secara cepat dan tepat.
Menurut Yudhi, budaya sadar bencana perlu dibangun secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesiapan yang baik, dampak yang ditimbulkan akibat bencana dapat diminimalkan.
“Tujuannya adalah membentuk masyarakat yang lebih siap, lebih tangguh, dan mampu melindungi diri maupun lingkungan sekitarnya ketika menghadapi bencana,” katanya.
Tinggalkan Balasan