Lumajang, – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami 21 kali letusan selama periode pengamatan Kamis (28/5/2026) pukul 00.00-06.00 WIB.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, aktivitas gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu didominasi kondisi berkabut sehingga visual puncak tidak teramati secara jelas.
“Gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Gunung dominan tertutup kabut,” tulis laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sigit Rian Alfian, Kamis (28/5/2026).
Dalam periode pengamatan tersebut, petugas mencatat 21 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 101-148 detik.
Selain itu, juga terjadi satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 4 mm dan durasi 86 detik, serta satu kali tremor harmonik dengan amplitudo 4 mm dan durasi 284 detik.
Cuaca di sekitar Gunung Semeru dilaporkan mendung dan hujan dengan suhu udara berkisar 19-20 derajat celsius. Angin bertiup lemah ke arah barat daya.
Hingga kini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
“Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak,” katanya.
Tinggalkan Balasan