Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Bisnis · 22 Agu 2025 15:27 WIB ·

Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa


 Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa Perbesar

Lumajang, – Kabar baik datang untuk para petani tebu di Lumajang. Pemerintah pusat melalui kebijakan strategisnya memastikan bahwa harga gula petani tidak akan anjlok, dengan menetapkan harga minimal Rp14.500 per kilogram. Kebijakan ini disambut antusias oleh para petani dan juga Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menilai langkah ini sebagai angin segar dan bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani kecil di desa.

“Petani tebu adalah tulang punggung ekonomi desa kita. Dengan adanya kepastian harga minimal Rp14.500 per kilogram, mereka tidak hanya terbantu menutup biaya produksi, tetapi juga mendapatkan harapan baru untuk terus berproduksi,” katanya, Jumat (22/8/25).

Baca juga: 1.000 Ton Gula Petani Lumajang Diserap Pemerintah, Harga Dijamin Stabil

Menurut Bunda Indah, penyerapan gula ini lebih dari sekadar transaksi jual beli. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata perhatian negara untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus keberlangsungan ekonomi desa.

“Ini adalah jaminan bahwa kerja keras petani dihargai. Kalau harga stabil, maka petani tidak ragu untuk terus menanam, dan ini akan berdampak langsung pada ketahanan pangan kita,” ungkapnya.

Bunda Indah menegaskan, Pemkab Lumajang siap mendampingi petani dalam meningkatkan kualitas produksi. Mulai dari penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan teknis, hingga mendorong hilirisasi produk berbasis gula untuk menambah nilai jual.

Baca juga: Pramuka, Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Anak-anak Lumajang

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh. Dengan sinergi pusat dan daerah, Lumajang bisa jadi contoh daerah kuat secara ekonomi dan mandiri secara pangan,” jelasnya.

Bunda Indah juga menilai, menjaga kesejahteraan petani hari ini adalah bagian dari investasi sosial jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Petani kita bukan hanya penghasil gula, tapi juga penjaga masa depan bangsa. Jika mereka sejahtera, maka ekonomi desa tumbuh, pendidikan anak-anak terjamin, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” jelasnya.

Untuk diketahui, kebijakan ini disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional di Bidang Pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, di Surabaya.

Dalam rapat tersebut, Menko Pangan memastikan bahwa stok gula petani Lumajang yang belum terbeli sekitar 1.000 ton akan segera diserap oleh pemerintah dalam 1sampai 2 hari ke depan.

“Presiden sudah menginstruksikan agar harga gula petani dijaga dan jangan sampai anjlok. Gula-gula di Lumajang yang belum dibeli, ada sekitar 1.000 ton. Besok akan dibeli oleh BUMN pangan atau pihak swasta yang ditunjuk,” tegas Zulkifli Hasan.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Original Qohwah, Kopi Liberika Lumajang dengan Karakter Rasa yang Berani dan Autentik

28 Desember 2025 - 16:06 WIB

FachaCookies Layani Pesanan Kue Kering dan Hampers Lebaran di Lumajang

25 Desember 2025 - 19:37 WIB

Tanpa Pengawet dan Pemanis Buatan, Rambak Pisang Al-Mubarok Andalkan Manis Alami

18 Desember 2025 - 18:59 WIB

Geliat Ekonomi Akhir Tahun Terasa di Usaha Perikanan Warga Kalisemut

18 Desember 2025 - 11:30 WIB

BUMDes Berkah Alam Perkuat Ketahanan Pangan Desa Jelang Tahun Baru

18 Desember 2025 - 11:11 WIB

Rasakan Sensasi Gurih dan Renyah Kripik Bayam Brazil dan Kacang Kriwil

14 Desember 2025 - 13:26 WIB

Trending di Bisnis