Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 22 Agu 2025 15:27 WIB ·

Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa


 Harga Gula Petani Dijamin Rp14.500/kg, Bunda Indah: Ini Harapan Baru untuk Desa Perbesar

Lumajang, – Kabar baik datang untuk para petani tebu di Lumajang. Pemerintah pusat melalui kebijakan strategisnya memastikan bahwa harga gula petani tidak akan anjlok, dengan menetapkan harga minimal Rp14.500 per kilogram. Kebijakan ini disambut antusias oleh para petani dan juga Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menilai langkah ini sebagai angin segar dan bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani kecil di desa.

“Petani tebu adalah tulang punggung ekonomi desa kita. Dengan adanya kepastian harga minimal Rp14.500 per kilogram, mereka tidak hanya terbantu menutup biaya produksi, tetapi juga mendapatkan harapan baru untuk terus berproduksi,” katanya, Jumat (22/8/25).

Baca juga: 1.000 Ton Gula Petani Lumajang Diserap Pemerintah, Harga Dijamin Stabil

Menurut Bunda Indah, penyerapan gula ini lebih dari sekadar transaksi jual beli. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata perhatian negara untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus keberlangsungan ekonomi desa.

“Ini adalah jaminan bahwa kerja keras petani dihargai. Kalau harga stabil, maka petani tidak ragu untuk terus menanam, dan ini akan berdampak langsung pada ketahanan pangan kita,” ungkapnya.

Bunda Indah menegaskan, Pemkab Lumajang siap mendampingi petani dalam meningkatkan kualitas produksi. Mulai dari penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan teknis, hingga mendorong hilirisasi produk berbasis gula untuk menambah nilai jual.

Baca juga: Pramuka, Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Anak-anak Lumajang

“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh. Dengan sinergi pusat dan daerah, Lumajang bisa jadi contoh daerah kuat secara ekonomi dan mandiri secara pangan,” jelasnya.

Bunda Indah juga menilai, menjaga kesejahteraan petani hari ini adalah bagian dari investasi sosial jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Petani kita bukan hanya penghasil gula, tapi juga penjaga masa depan bangsa. Jika mereka sejahtera, maka ekonomi desa tumbuh, pendidikan anak-anak terjamin, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” jelasnya.

Untuk diketahui, kebijakan ini disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional di Bidang Pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, di Surabaya.

Dalam rapat tersebut, Menko Pangan memastikan bahwa stok gula petani Lumajang yang belum terbeli sekitar 1.000 ton akan segera diserap oleh pemerintah dalam 1sampai 2 hari ke depan.

“Presiden sudah menginstruksikan agar harga gula petani dijaga dan jangan sampai anjlok. Gula-gula di Lumajang yang belum dibeli, ada sekitar 1.000 ton. Besok akan dibeli oleh BUMN pangan atau pihak swasta yang ditunjuk,” tegas Zulkifli Hasan.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis