Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 31 Des 2025 10:16 WIB ·

Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda


 Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda Perbesar

Lumajang, – Harga pisang mas kirana, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lumajang, kini berada pada titik terendah. Di sejumlah wilayah, harga jual di tingkat petani hanya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per tundun atau curung, kondisi yang memperlihatkan ketimpangan nilai antara produksi dan pemasaran.

Ketua P3ENA Jawa Timur, Ishak Subagio, mengatakan sebaran budidaya pisang mas kirana saat ini telah bergeser ke Kecamatan Gucialit dan tiga kecamatan di wilayah utara Lumajang. Namun, pergeseran wilayah produksi tersebut tidak diikuti dengan perbaikan harga di tingkat petani.

“Hari ini harga pertundun pisang mas di wilayah utara hanya Rp5.000 sampai Rp10.000 per tundun. Kalau per kilogram setahu saya sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000,” katanya, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, harga pisang mas kirana dalam kemasan dus berisi 10 kilogram hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp75 ribu.

Di sisi lain, tekanan terhadap petani juga terjadi akibat menyusutnya perhatian terhadap varietas pisang lokal. Ishak menyampaikan, upaya mengembalikan Lumajang sebagai kota pisang harus dimulai dari penguatan komoditas lokal yang telah diakui secara nasional.

“Kalau ingin mengembalikan Lumajang sebagai kota pisang, harus dimulai dengan mengangkat varietas lokal, yaitu pisang agung, pisang mas kirana, dan pakak kresek yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian,” katanya.

Sementara itu, anjloknya harga pisang mas kirana terjadi bersamaan dengan penurunan harga pisang agung. Petani di Desa Senduro sebelumnya mengeluhkan harga pisang agung yang turun dari Rp120 ribu menjadi sekitar Rp50 ribu per tandan, salah satunya dipicu oleh distribusi bibit unggulan ke luar daerah.

“Harganya sekarang sudah anjlok. Pembeli menurun, harga terjun bebas. Sedabgkan bibitnya sering dijual ke luar daerah,” kata Juminto.

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah