Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 31 Des 2025 10:16 WIB ·

Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda


 Harga Pisang Mas Kirana Tinggal Ribuan Rupiah, Petani Hadapi Tekanan Ganda Perbesar

Lumajang, – Harga pisang mas kirana, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lumajang, kini berada pada titik terendah. Di sejumlah wilayah, harga jual di tingkat petani hanya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per tundun atau curung, kondisi yang memperlihatkan ketimpangan nilai antara produksi dan pemasaran.

Ketua P3ENA Jawa Timur, Ishak Subagio, mengatakan sebaran budidaya pisang mas kirana saat ini telah bergeser ke Kecamatan Gucialit dan tiga kecamatan di wilayah utara Lumajang. Namun, pergeseran wilayah produksi tersebut tidak diikuti dengan perbaikan harga di tingkat petani.

“Hari ini harga pertundun pisang mas di wilayah utara hanya Rp5.000 sampai Rp10.000 per tundun. Kalau per kilogram setahu saya sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000,” katanya, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, harga pisang mas kirana dalam kemasan dus berisi 10 kilogram hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp75 ribu.

Di sisi lain, tekanan terhadap petani juga terjadi akibat menyusutnya perhatian terhadap varietas pisang lokal. Ishak menyampaikan, upaya mengembalikan Lumajang sebagai kota pisang harus dimulai dari penguatan komoditas lokal yang telah diakui secara nasional.

“Kalau ingin mengembalikan Lumajang sebagai kota pisang, harus dimulai dengan mengangkat varietas lokal, yaitu pisang agung, pisang mas kirana, dan pakak kresek yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian,” katanya.

Sementara itu, anjloknya harga pisang mas kirana terjadi bersamaan dengan penurunan harga pisang agung. Petani di Desa Senduro sebelumnya mengeluhkan harga pisang agung yang turun dari Rp120 ribu menjadi sekitar Rp50 ribu per tandan, salah satunya dipicu oleh distribusi bibit unggulan ke luar daerah.

“Harganya sekarang sudah anjlok. Pembeli menurun, harga terjun bebas. Sedabgkan bibitnya sering dijual ke luar daerah,” kata Juminto.

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah