Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 30 Jan 2026 18:06 WIB ·

Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi


 Jalur Antar Dusun Terputus, Warga Gondoruso Lumajang Terancam Terisolasi Perbesar

Lumajang, – Jalur penghubung antar dusun di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terputus akibat diterjang banjir lahar hujan Gunung Semeru, Jumat (30/1/2026) sore. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan memicu kekhawatiran terjadinya isolasi wilayah.

Banjir lahar meluap ke badan jalan setelah tanggul penahan lahar jebol sepanjang sekitar 20 meter. Arus lahar yang deras membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman.

Sejumlah warga yang hendak melintas terpaksa tertahan. Mereka memilih tidak mengambil risiko karena khawatir kemalaman dan arus lahar semakin membesar seiring potensi hujan susulan di kawasan hulu Gunung Semeru.

Untuk sementara waktu, warga hanya bisa mengandalkan bantuan gotong royong. Beberapa warga setempat terlihat membantu menyeberangkan pengguna jalan dengan cara menggotong sepeda motor dan pemiliknya menembus arus lahar, meski langkah tersebut dinilai berbahaya.

“Kalau tidak segera menyeberang, takutnya keburu malam dan air tambah besar,” ujar Aminah, warga Desa Gondoruso.

Sementara itu, Kepala Desa Jugosari, Suparman, mengatakan terputusnya jalur antar dusun ini berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga. “Selain menghambat mobilitas, banjir lahar juga mengancam lahan pertanian warga di sekitar aliran lahar,” ungkapnya.

Menurut Suparman, tanggul yang jebol tersebut sebenarnya baru dibangun sekitar dua bulan lalu. “Namun derasnya banjir lahar hujan membuat tanggul sepanjang 20 meter itu kembali jebol dan tidak mampu menahan aliran lahar,” pungkasnya.

Hingga Jumat malam, warga masih waspada terhadap kemungkinan banjir lahar susulan. Pemerintah desa berharap adanya penanganan cepat agar akses antar dusun kembali normal dan warga tidak terisolasi.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah