LUMAJANG – Terjatuh di tengah perlombaan tak membuat Feri Yudoyono menyerah. Atlet balap sepeda asal Kabupaten Lumajang itu bangkit dan melanjutkan balapan hingga garis finis. Perjuangan tersebut mengantarkannya meraih medali perunggu di Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang.
Insiden itu terjadi saat balapan memasuki sekitar setengah putaran. Persaingan memperebutkan medali berlangsung ketat. Meski mengalami insiden, Feri tetap berusaha menyelesaikan perlombaan.
Perjuangan pantang menyerah tersebut membuahkan medali perunggu pada nomor Men’s Cross Country atau balap sepeda gunung. Prestasi ini menambah kontribusi atlet Lumajang bagi Indonesia di ajang olahraga tingkat Asia.
Feri Yudoyono Bangkit Usai Terjatuh di Tengah Perlombaan
Feri mengakui perlombaan yang ia jalani tidak mudah. Namun, ia memilih bangkit dan terus berjuang hingga mencapai garis finis. Ia pun bersyukur atas medali perunggu yang berhasil diraih.
“Perjuangannya memang susah, tapi dalam arti tidak ada kata menyerah. Saya berjuang sampai finis dan alhamdulillah dapat medali perunggu,” kata Feri, Jumat (9/10/2026).
Bagi Feri, hasil tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia ingin mengevaluasi penampilannya, memperbaiki kemampuan, dan belajar dari setiap pertandingan.
“Ke depannya harapannya bisa memperbaiki, belajar untuk lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Medali Perunggu Jadi Motivasi Feri Yudoyono untuk Terus Berkembang
Feri memandang setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan. Ia menyadari bahwa atlet perlu belajar dari berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi kendala di tengah perlombaan.
Pengalaman di Jepang menjadi bekal bagi Feri untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi mendatang. Ia berharap dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Perjuangan Feri juga memberikan pesan bagi generasi muda. Hambatan dalam perjalanan menuju cita-cita tidak harus menghentikan langkah. Semangat untuk bangkit dan terus belajar dapat membantu seseorang berkembang.
Bunda Indah dan Mas Yudha Sambut Perjuangan Atlet Lumajang
Atas pencapaiannya, Feri mengikuti penyambutan bersama insan olahraga Lumajang lainnya. Rombongan bergerak dari Museum Daerah menuju Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/10/2026).
Bupati Lumajang Indah Amperawati atau Bunda Indah dan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma atau Mas Yudha menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para atlet dan insan olahraga.
Prestasi Feri menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Lumajang. Kisahnya diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk menekuni olahraga, menjaga semangat, dan berani menghadapi tantangan.
Dalam olahraga maupun perjuangan meraih cita-cita, kegagalan dan hambatan dapat menjadi bahan pembelajaran. Dengan kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri, generasi muda memiliki peluang untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Tinggalkan Balasan