Bupati Lumajang: Kota Sehat Dimulai dari Desa dan Data yang Kuat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 14 Mei 2025 20:47 WIB ·

Bupati Lumajang: Kota Sehat Dimulai dari Desa dan Data yang Kuat


 Bupati Lumajang: Kota Sehat Dimulai dari Desa dan Data yang Kuat Perbesar

Penghargaan Bukan Tujuan, Tapi Komitmen Nyata

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa penghargaan Swasti Saba Wistara bukan sekadar pencapaian simbolik. Menurutnya, penghargaan itu harus mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam menjamin kualitas hidup masyarakat.

“Ini bukan hanya soal lolos penilaian. Kita ingin rakyat benar-benar merasakan manfaat dari kabupaten yang sehat,” ujar Bunda Indah saat audiensi bersama Forum Lumajang Sehat (FLS) di Ruang Mahameru, Rabu (14/5/2025).

Tantangan Skor dan Strategi Perbaikan

Lumajang memang lolos verifikasi tingkat provinsi. Namun, terdapat penurunan skor pada empat tatanan penting: permukiman, pasar, perkantoran, dan pariwisata sehat. Keempat tatanan itu menjadi indikator utama dalam penilaian nasional.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bunda Indah meminta seluruh perangkat daerah memperbaiki data dukung. Ia juga menginstruksikan penguatan Forum Lumajang Sehat dan integrasi program dengan Satu Data Lumajang serta visi Asta Cita Nararya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Bunda Indah menekankan perlunya kolaborasi antarinstansi. Ia juga mendorong koordinasi aktif dengan DPRD dan Sekda untuk memperkuat regulasi serta anggaran pendukung.

“Kerja lintas sektor sangat penting. Kita harus gotong royong,” tegasnya.

Forum Lumajang Sehat, yang telah aktif sejak 2005, mengawal 136 indikator dalam sembilan tatanan hidup sehat. Forum ini memberdayakan masyarakat dan menggandeng banyak perangkat daerah.

Langkah Nyata Menuju Kabupaten Sehat

Sejumlah aksi nyata telah dilakukan. Di antaranya adalah pembinaan ke desa dan kecamatan, sosialisasi media, pelatihan lintas sektor, serta dukungan dari provinsi untuk proses unggah data. Tenggat waktu unggah data nasional tinggal beberapa hari lagi, yakni 15 Mei 2025.

Bunda Indah mengingatkan bahwa penilaian ini bukan hanya administratif. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku dan tata ruang sehat yang bisa dirasakan langsung oleh warga.

Harapan Lumajang Menjadi Contoh Nasional

Dengan kerja bersama dan pendekatan nyata di lapangan, Lumajang siap menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada infrastruktur. Pemerintah ingin memastikan kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan hidup masyarakat.

“Lumajang harus sehat secara tindakan, bukan hanya di atas kertas,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Baru di Jember Dibayangi Silpa Rp700 Miliar

3 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Trending di Daerah