Kambing Berkostum Tari Keliling Kampung, Tradisi Idul Adha di Lumajang Jadi Tontonan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 27 Mei 2026 12:08 WIB ·

Kambing Berkostum Tari Keliling Kampung, Tradisi Idul Adha di Lumajang Jadi Tontonan Warga


 Kambing Berkostum Tari Keliling Kampung, Tradisi Idul Adha di Lumajang Jadi Tontonan Warga Perbesar

Lumajang, – Sejumlah kambing mengenakan kostum warna-warni berjalan mengelilingi kampung di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (27/5/2026).

Bukan untuk karnaval, kambing-kambing tersebut merupakan hewan kurban yang sengaja dirias sebelum disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha. Tradisi unik itu pun menjadi tontonan warga.

Anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati tepi jalan kampung untuk menyaksikan arak-arakan kambing kurban sambil melantunkan takbir.

Suasana semakin meriah dengan hiasan bunga dan kostum tari yang dikenakan hewan-hewan tersebut.

Warga setempat percaya tradisi merias dan mengarak hewan kurban merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya memuliakan hewan sebelum dikurbankan.

Ribut Santoso, salah seorang warga, mengatakan tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun di lingkungan tempat tinggalnya. Awalnya, hewan kurban hanya dihias menggunakan gantungan ketupat.

“Dulu hanya diberi gantungan ketupat, sekarang saya tambah kostum supaya lebih meriah,” katanya.

Menurut dia, tradisi lama sengaja dipertahankan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Karena itu, sejumlah unsur adat masih digunakan dalam arak-arakan kambing kurban.

Ia menambahkan, penggunaan kain kafan, untaian bunga, hingga pecok bakal atau sesaji yang berisi kopi, beras, gula, pisang, bunga, dan kemenyan tetap dibawa selama prosesi keliling kampung.

“Saya ingin sebelum dikurbankan agar kambingnya tidak stres saya kasih kostum tari biar kelihatan kambingnya meriah,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil Menentukan Nasib Bansos, Pemkab Lumajang Akui Tak Bisa Deteksi Perubahannya

27 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Data Desil 1-5 Dipersoalkan, DPRD Lumajang Dorong Verifikasi Langsung ke Lapangan

26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mayat Pria Diperkirakan Berusia 58 Tahun Ditemukan di Pantai Pandanwangi Lumajang

26 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi

26 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Bukit Sentong Lumajang Terbakar Sekitar 1 Hektare, Pendinginan Masih Berlangsung

25 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Trending di Daerah