Lumajang, – Sejumlah kambing mengenakan kostum warna-warni berjalan mengelilingi kampung di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (27/5/2026).
Bukan untuk karnaval, kambing-kambing tersebut merupakan hewan kurban yang sengaja dirias sebelum disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha. Tradisi unik itu pun menjadi tontonan warga.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati tepi jalan kampung untuk menyaksikan arak-arakan kambing kurban sambil melantunkan takbir.
Suasana semakin meriah dengan hiasan bunga dan kostum tari yang dikenakan hewan-hewan tersebut.
Warga setempat percaya tradisi merias dan mengarak hewan kurban merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya memuliakan hewan sebelum dikurbankan.
Ribut Santoso, salah seorang warga, mengatakan tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun di lingkungan tempat tinggalnya. Awalnya, hewan kurban hanya dihias menggunakan gantungan ketupat.
“Dulu hanya diberi gantungan ketupat, sekarang saya tambah kostum supaya lebih meriah,” katanya.
Menurut dia, tradisi lama sengaja dipertahankan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Karena itu, sejumlah unsur adat masih digunakan dalam arak-arakan kambing kurban.
Ia menambahkan, penggunaan kain kafan, untaian bunga, hingga pecok bakal atau sesaji yang berisi kopi, beras, gula, pisang, bunga, dan kemenyan tetap dibawa selama prosesi keliling kampung.
“Saya ingin sebelum dikurbankan agar kambingnya tidak stres saya kasih kostum tari biar kelihatan kambingnya meriah,” kata dia.
Tinggalkan Balasan